Kamis, 12 April 2018

Belum Ada Kata Sepakat, Ribuan OJek Pangkalan Mengular Kuasai Jalan Sukabumi - Cibadak


TatarSukabumi.ID - Ojek Pangkalan (Opang) dari empat kecamatan di Sukabumi Utara turun kejalan hingga kuasai jalan Nasional sepanjang Cibadak mengular hingga Jalur Lingkar Selatan Sulabumi.

Jumlah massa diperkirakan hingga mencapai seribu orang lebih, siang ini akan melakukan pertemuan dan mediasi dengan Ojek berbasis online (Ojol) di Jalur Lingkar Selatan (lingsel), Kamis [12/4/2018].

BACA JUGA : Ojek Pangkalan Cibadak Hingga Parungkuda Protes Keberadaan Ojek Online, Ujung Ujungnya Seperti Ini

Aksi ini dipicu oleh konflik yang sempat terjadi sepekan silam antara Opang dan Ojol meski sempat di mediasi di Polsek Cibadak.

Dalam pertemuan yang digelar sepekan silam, Opang bereaksi keras agar Ojol tidak beroperasi di kawasan Kecamatan Cibadak, Parungkuda, Nagrak dan Kecamatan Cicurug.

BACA JUGA : Terkuak, Driver Online Tewas Dibunuh di Sukabumi

Dalam 2 pertemuan sebelumnya, tercatat 27 pangkalan Ojek melakukan penolakan beroperasinya Ojol, kali ini dengan masa yang duakali lipat banyaknya, sekitar 50 pangkalan Opang kembali turun kejalan karena menganggap belum menemui solusi terbaik didua kali pertemuan sebelumnya.


Bah Diman (56) koodinator Opang mengungkapkan, jika pergerakan ribuan massa opang ini bertujuan untuk melakukan mediasi yang rencananya bakal digelar di salahsatu rumah makan di Jalur Lingsel, "Ini aksi lanjutan penolakan kami terhadap Ojol yang beroperasi di wilayah utara sukabumi. Nanti, kami akan membicarakannya dengan pihak ojol," jelasnya Diman saat ditemui TatarSukabumi.ID jelang mediasi, Kamis [12/4/2018].

BACA JUGA : Tidak Patuhi hasil Kesepakatan, Ojek Pangkalan Amankan Ojek Online di Wilayah Hukum Cibadak

Diman berharap dengan aksi yang menurunkan 1000 massa Opang ini nantinya akan didapati sebuah kesepakatan serta solusi tentang operasional Opang dan Ojol khususnya di 4 kecamatan Sukabumi Utara.

"Pada intinya kami tetap menolak adanya Ojol di Utara Sukabumi, tetapi jika hanya melintas itu tidak menjadi masalah. Soalnya, sejak keberadaan ojol ini pendapatan dari masing-masing opang drastis berkurang," pungkasnya.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi