Berita Terkini Sukabumi

Selasa, 20 Maret 2018

Curhatan TKI Ilegal di Timur Tengah yang Menyayat Hati


TatarSukabumi.ID - Menjadi tenaga kerja di luar negeri tentu menjadi sebuah pilihan yang diambil sebagian masyarakat Indonesia.

Bahkan hampir tercatat ribuan orang berangkat mengadu nasib di negeri orang yang berasal dari tanah Sukabumi.

Salah satunya adalah daerah Timur Tengah yang menjadi tempat favorit bagi pahlawan devisa untuk bekerja.

BACA JUGA : Sponsor TKI Ilegal, Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi Intruksikan Tangkap

Meski begitu, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan.

Padahal peraturan tersebut dibuat oleh Pemerintah dengan tujuan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia.

Namun, beberapa orang tetap memutuskan untuk berangkat ke negara-negara yang masih dibatasi pengiriman TKI meski dalam status ilegal salah satunya di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA : Dengan LTSP - TKI , Peluang Kerja Warga Sukabumi Terbuka Seluas-Luasnya

Salah satunya adalah Melati (nama disamarkan), yang bekerja di Dubai secara tidak resmi.

Melati menghubungi TatarSukabumi.ID dalam 'Messenger Facebook' bertutur mengenai pengalamannya menjadi Tenaga Kerja Wanita di Dubai.

Dalam curhatannya, Melati menyebutkan jika keberangkatannya menuju Timur Tengah memang ilegal, namun dirinya menyesal setelah berada di sana.

"bpa atau ibu yg tugas di tatar sukabumi saya mau curhat tentang pengalaman saya jadi tki tampa pt aliyas ilegal saya menyesal tapi tanggung udah berangkat," tulis Melati dalam pesan yang diterima TatarSukabumi.ID Jumat [16/3/2018].

BACA JUGA : Warga Cisaat Sukabumi Korban Trafficking Di Arab Saudi

Melati juga menuliskan bahwa keberangkatannya menuju Dubai dikarenakan kesulitan mendapat pekerjaan di Sukabumi, tempat kelahirannya.

"saya sekarang jadi tki di dubai karna di suka bumi ga dapet loker," lanjut Melati.

Melati kemudian menjelaskan dirinya kurang lebih telah 17 Bulan berada di Dubai.

BACA JUGA : TKW Asal Sukabumi Tewas Diduga Di Bunuh Di Abu Dhabi

"bpa atau ibu yg tugas di tatar sukabumi saya mau curhat tentang pengalaman saya jadi tki tampa pt aliyas ilegal saya menyesal tapi tanggung udah berangkat,"

"di sini pihak sponsor atau pengguna jasa kerja ga manusiawi banget mentang2 kita dia yg kasih biyaya atau modal ibarat barang yg udah di jual saja ga bisa mengadu keluh kesah diri malah selalu di salah kan dan ga ada jaminan kesehatan harus bayar sendiri kalau kita sakit,"

"saya alhmdllh 1 thn 5 bln di kasih kekuatan alhmdllh sehat terus gajih lancar walau majikan saya jahat dan galak saya terima karna ga ada tempat mengadu di sini," lanjut wanita yang lahir di Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Ini Faktanya, Kronologi Awal Kisah Tragis TKW Sukabumi Hingga Tewas di Abu Dhabi

Tidak hanya kisahnya, Melati juga merasa kasihan melihat pekerja lainnya yang berasal dari Indonesia mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya diterima.

"pak ibu saya cuma kasihan liat tki lain yg punya keadaan kurang cerdas dan kurang tenaga atau yg sakit itu harus tetep kerja dan berobat sendiri kalau pulang ke kantor katanya di ancam ga bakalan di gajih 2 thn pull,"

"kalau ngecewa in majikan pertama gitu jadi teman2 pada merasa tertekan banget maksain walau kadang teman2 saya sakit tetep harus kerja tki di dubai benar2 di jajah keliatan nya harus tetap kuwat tapi kan kondisi kadang2 ngedrop kasian pa ibu mendengar curhat teman2 saya,"

BACA JUGA : Lawat TKI di RSUD Sekarwangi, Ibu Bupati : Takjub, Dalam Keadaan Koma Yang Cukup Lama Tapi Wajahnya Bersih dan Segar

"tki ilegal itu ternyata begini kalau ga bisa kerja atau sakit sbelum abis kontrak ga di pulangin malah terus di ganti2 majikan hingga lelah sama sponsor di sini dengan alasan dia ga mau rugi karna yg biyaya in sponsor bukan perisahaan legar atau pemerintah gitu jadi temanw bicara katanya seakan2 di jajah di perbudak banget gitu katanya bapak ibu tatar sukabumi kabar dari saya sekian dan terima kasih...," tutup Melati dalam pesan yang diterima TatarSukabumi.ID.

Perlu kembali diketahui, sampai saat ini pemerintah masih membekukan pengiriman TKI ke seluruh kawasan Timur Tengah demi menjaga keselamatan dan keamanan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

Moratorium tersebut berlaku antara lain ke Arab Saudi, Bahrain, Aljazair, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Sudan, Oman, Palestina, Qatar, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.(*)

Penulis : Aldi Kusuma