Berita Terkini Sukabumi

Selasa, 14 November 2017

Istilah Malam Rebo Kasan Di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Sudah menjadi tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masayarakat Islam Jawa merayakan 'Rebo Wekasan' atau 'Rabu Pungkasan' atau 'Rebo Kasan' dengan berbagai cara.

Ada yang merayakan dengan cara membuat makanan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, ada juga yang merayakan dengan melakukan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, baik dilakukan secara sendiri atau berjamaah.

BACA JUGA : Tiap Harinya 2000 Kartu Keluarga Ditandatangani Kadis Dukcapil Kabupaten Sukabumi

Bahkan ada yang cukup merayakannya dengan jalan-jalan ke pantai untuk mandi dimaksudkan untuk menyucikan diri dari segala kesalahan dan dosa.

Seperti halnya, di kampung Kemang Desa/ Kec. Cicantayan tepatnya di Masjid Jami Tanbihul'Ula, Rebo Wekasan dilakukan oleh para orang tua, para pemuda, hingga anak-anak yang disebut istilah Riungan.

BACA JUGA : Kemana Konsumen Ajukan Pengaduan Masalah Leasing Di Sukabumi

Riungan di dalam masjid dipimpin oleh imam masjid dan diiringi dengan tahlil, tahmid dan Sholat tolak bala serta diakhir dengan do'a tolak bala.

Dan setelah itu, jamuan tersebut dibagikan kepada peserta riungan untuk dinikmati bersama-sama, kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan rutin di setiap Rebo Wekasan.

BACA JUGA : Buruh se-Kabupaten Sukabumi Ancam Mogok Massal

Menurut Imam di masjid, semua bulan dan hari itu baik, masing-masing mempunyai sejarah, keistimewaan dan peristiwa sendiri-sendiri.

Jika bulan tertentu mempunyai sisi nilai keutamaan yang lebih, bukan berarti bulan yang lain merupakan bulan yang buruk.

BACA JUGA : 7 Fakta Kebaya Sunda Sexy yang Viral, No 6 Pendapat Kritikus Fashion Designer Nasional

Jikalau ada kejadian tragis atau peristiwa yang memilukan dalam sebuah bulan, itu bukan berarti bulan tersebut merupakan bulan musibah atau bulan yang penuh kesialan.

Namun kita harus pandai-pandai mencari hikmah di balik peristiwa itu, dan amaliah apa yang harus dilakukan sehingga terhindar dan selamat dari berbagai musibah.(*)

Penulis : Dasep Maulana