Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Sabtu, 04 November 2017

2 WNA Penculik Bocah Ditangkap Di Jakarta

TatarSukabumi.ID - Kasus penculikan yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA), Kamis (2/11) akhirnya dapat terpecahkan oleh jajaran Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya unit Jatanras akhirnya menangkap serta mengamankan 2 orang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Korea Selatan Baik Jongwoon dan Seo Jongwoon atas dugaan tindakan penculikan terhadap seorang bocah KH (10) warga Korea Selatan.

Kedua pelaku Penculik, akhirnya ditangkap di salah satu apartemen di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada kamis kemarin (2/11) tanpa perlawanan.

Penangkapan 2 WNA yang diduga penculik tersebut berawal dari laporan Kedubes Korea, yang melaporkan warganya KH (10) kepada Kepolisian Indonesia, dengan dugaan diculik dengan modus diajak liburan pada 24 Oktober silam, ke pulau Bali - Indonesia.

Dari data yang diterima TatarSukabumi.ID dari Humas Polri, "Penangkapan berawal dari laporan Kedutaan Besar (Kedubes) Korea kepada kami atas penculikan warganya. Penculik dan korban sama-sama warga Korsel. Namun, pelaku menculiknya ke Indonesia. Kedubes meminta bantuan untuk penangkapan tersebut," tutur Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F. Kurniawan.

Setelah sempat tinggal di Bali sejak 24 Oktober, dan pada esoknya ( 25/10) orang tua KH mentransper sejumlah uang senilai 50 juta Won dari Korea sebagai uang tebusan.

Kedua pelaku tersebut kembali meminta uang tebusan , pada 28 Oktober, pelaku dari Bali bergerak ke Jakarta, dan esoknya (31/10) pelaku kembali ditransfer 100 juta won sebagai uang tebusan, sehingga total uang yang diterima mencapai Rp 1,8 miliar.

Modus penculikan ini tergolong sederhana, dengan pendekatan dan rayuan hingga penculikan dengan meminta tebusan melalui telepon selular.

Saat ini Polisi telah mengamankan seluruh bukti bukti, termasuk Ponsel yang diduga digunakan pelaku untuk memeras orang tua korban.

Modus penculikan WNA hingga saat ini masih dalam penyidikan lebih lanjut Polda Metro Jaya.(*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi