Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Jumat, 27 Oktober 2017

Disnaker Kabupaten Sukabumi Belum Pernah Terima Laporan 8 WNA Asal Tiongkok Dan Bangladesh Yang Diduga Pekerja Ilegal

TatarSukabumi.ID - Sempat menjadi polemik, dengan ditemukannya 8 Warga Negara Tiongkok dan Bangladesh yang diduga merupakan pekerja ilegal di Kampung Cimelati Desa Kertajaya Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dalam Press Release yang diterima TatarSukabumi.ID, Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mengungkapkan beberapa hal penting terkait jemput paksa ke-8 WNA yang dilakukan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Ini Kronologi Penjemputan Warga Negara China Yang Diduga Pekerja Ilegal Di Sukabumi

Saat melakukan pengecekan di lokasi tempat ditemukannya 8 Warga Asing yang diduga merupakan pekerja ilegal, Pihak Disnakertrans membenarkan jika WNA tersebut melakukan aktivitas pekerjaan (bekerja) dan hal ini dikuatkan dengan pengakuan US (security) yang membenarkan jika WNA tersebut statusnya merupakan Pekerja di PT. LM.

Selanjutnya Pihak Disnakertrans melakukan koordinasi berupa laporan dengan menggunakan sambungan telephone selular kepada Kepala kantor Imigrasi Sukabumi, Disnakertrans menganggap penjemputan WNA yang diduga TKA ilegal telah sesuai prosedur dikarenakan telah mendapat petunjuk lisan dari Kepala Kantor Imigrasi guna penyelidikan.

BACA JUGA : 6 Warga China Diduga Pekerja Tambang Di Sukabumi Digiring Ke Kantor Imigrasi

Saat dilakukan penjemputan, Senin (23/10) Pihak perusahaan pun membenarkan jika ke-8 WNA saat itu tidak memegang IMTA, menurut pengakuannya sedang dalam proses pengurusan.

Sedangkan esoknya, Rabu (25/10) pihak perusahaan hanya memperlihatkan 5 fotocopy IMTA dari 8 Warga Negara Asing dengan tanggal terbit 20 Oktober 2017.

Pihak Disnakertrans Kabupaten Sukabumi menjelaskan, jika merujuk pada Permenaker No 35 tahun 2015 Jo Permenaker No 16 tahun 2015 tentang TKA, IMTA harus disahkan oleh kementrian, nantinya IMTA tersebut akan menjadi dasar visa kerja yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Negara WNA tersebut berada.

Sehingga, WNA tersebut semestinya belum bisa melakukan aktivitas kerja, seharusnya mereka menunggu visa kerja terlebih dahulu.

Selanjutnya meski telah mendapatkan visa kerja yang dikeluarkan oleh KBRI pun tidak semerta merta WNA dapat langsung melaksanakan aktivitas pekerjaan, melainkan ada beberapa tahapan yang wajib dilaksanakan oleh WNA.

BACA JUGA : Penjelasan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi Terkait Jemput Paksa WNA Tiongkok Yang Diduga Pekerja Ilegal

WNA wajib mengurus administrasi KITAS (Kartu Ijin Tinggal Terbatas), STM (Surat Tanda Melapor) yang terbit dari Polres setempat, SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta melakukan laporan keberadaan Tenaga Asing di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Dari seluruh dokumen dokumen tersebut, hingga hari ini belum bisa diperlihatkan oleh pihak perusahaan tempat WNA tersebut berada, bahkan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi belum pernah mendapat Laporan dari pihak PT LM sebelumnya (ketika WNA mulai masuk ke Sukabumi) tentang keberadaan 8 Tenaga Kerja Asing bahkan hingga saat penjemputan paksa beberapa hari silam.(*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi