Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Rabu, 23 Mei 2018

Jelang Musim Mudik, Jalan Alternatif Sukabumi - Bogor Masih Rusak dan Tidak Ada PJU


TatarSukabumi.ID - Kondisi jalan alternatif Bogor - Sukabumi yang kerap dipakai pengendara untuk menghindari kemacetan yang terletak di Kampung Tenjoayu RT 04/ RW 01 Desa Tenjoayu Kecamatan Cicurug mengalami kerusakan dibeberapa titik, terutama di jalur berbelok hingga kerap terjadi kecelakaan.

Menurut warga, kondisi jalan rusak telah berlangsung cukup lama, padahal akses jalan ini merupakan jalan alternatif yang cukup vital, sementara itu Kepala Desa Tenjoayu, Asnawi berharap segera dilakukan perbaikan mengingat sebentar lagi menghadapi Lebaran Idul Fitri, akses jalan kerap dipakai para pemudik dan wisatawan dimusim liburan Hari Raya.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Selain kondisi jalan mengalami kerusakan dibeberapa bagian, akses lampu penerangan di jalan raya Alternatif Sukabumi Tenjoayu tepat di Kampung Sikup RT 04/03 Desa Nangerang, dengan radius hampir 2 kilometer belum terpasang lampu Penerangan Jalan Umun (PJU).

Seperti diungkap Ade Miftahudin selaku Kaur Perencanaan Desa Nangerang Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, pihak Pemerintah Desa berharap direalisasikannnya pemasangan lampu PJU, karena telah diusulkan pada Musrembang tahun 2017 dan 2018.

BACA JUGA : Truk Pembawa Semen Coran Terbalik Timpa Rumah Warga di Sukabumi

Ade Miftahudin yang mengaku 5 tahun terakhir bekerja di Desa Nangerang hingga saat ini belum menikmati PJU diwilayahnya.

Dengan kondisi jalan rusak dan tidak ada penerangan jalan, dikhawatirkan rawan tindak kejahatan serta kenakalan remaja yang terjadi dilokasi jalan gelap.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

611 TPS Khusus Kaum Disabilitas Sukabumi dalam Pilkada 2018


TatarSukabumi.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat bagi penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu [23/5/2018].

Acara juga diisi dengan kegiatan simulasi pencoblosan  bagi kaum disabilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diwakili oleh 50 penyandang disabilitas dari 47 Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi terdiri dari Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia), ITNI (Ikatan Tuna Netra Indonesia), APDL (Aliansi Penyandang dan Disabilitas Lansia).

BACA JUGA : Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi Dede Haryadi.S,Pd mengungkapkan," Sosialisasi Pilgub Jabar kali ini adalah kewajiban secara teknis ada di KPU, paling tidak mudah-mudahan 27 Juni untuk kawan-kawan disabilitas bahwasanya sangat penting untuk bisa hadir menggunakan hak konstitusinya," ujar Dede Haryadi dalam sambutannya Rabu [23/5/2018].

Data pemutakhiran coklit yang diterima TatarSukabumi.ID, jumlah pemilih tetap penyandang disabilitas dari Tuna Daksa sebanyak 800, Tuna Netra 611, Tuna Rungu 621, Tuna Grahita 269 dan Disabilitas lainnya 661 dengan total keseluruhan sebanyak 2962 orang, "untuk membantu proses pelaksanaan, KPU sudah persiapkan 611 TPS  se-kabupaten Sukabumi bagi pemilih penyandang disabilitas," jelas Dede.

Nantinya disetiap TPS penyandang disabilitas akan disiapkan pendamping khusus untuk membantu penyandang disabilitas menentukan hak pilihnya di Pilkada 2018.

BACA JUGA : Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi

Turut hadir menjadi pembicara, Ketua TP-PKK/ Istri Bupati Kabupaten Sukabumi Hj.Yani Jatnika Marwan membeberkan ,"Tentunya bersyukur dibulan penuh berkah kita semua bisa bersilaturahmi, semoga kegiatan KPU ini bisa bermanfaat memberikan edukasi informasi tentang bagaimana secara teknis dalam melaksanakan pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa barat 2018," ujar Yani Jatnika Marwan.

"Teman-teman disabilitas tidak perlu khawatir, semuanya sama bahwa kami tidak memilah-milih seluruhnya adalah warga Sukabumi, harus kita jamin bahwa teman-teman disabilitas dalam gunakan demokrasinya dan kegiatan ini untuk tidak mengarahkan kepada salahsatu Paslon," tambah ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi.

Salah satu penyandang disabilitas yang hadir melaksanakan simulasi yakni Enceng (35) warga Cigunung Kecamatan Cisaat yang kesehariannya berjualan es potong keliling yang dilingkarkan kebadan.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Macet di Parungkuda, Gegara Truk Pembawa Rastra Anjlok


TatarSukabumi.ID - Truk pengangkut beras sejahtera (Rastra) bernopol B 9651 P terperosok kedalam selokan Jalan Raya Siliwangi Parungkuda tepat di Desa Parungkuda - Sukabumi, sekira pukul 11.00 WIB siang ini, Rabu [23/5/2018].

Roda belakang sebelah kiri truk terperosok setelah sebelumnya truk menurunkan beras sejahtera (Rastra) bagi warga Desa Parungkuda, rencananya truk masih harus mengantarkan Rastra bagi Desa lain di Kecamatan Parungkuda.


BACA JUGA : Truk Pembawa Semen Coran Terbalik Timpa Rumah Warga di Sukabumi

Deni Bagian TKSK Kecamatan Parungkuda kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Rastra yang diangkut ini untuk wilayah desa lain, karena truknya terperosok, kita terpaksa menunggu hingga selesai truk kembali jalan," ungkap Deni Rabu [23/05/2018].

Sementara itu, arus lalu lintas sepanjang jalan nasional Parungkuda terpantau padat merayap hingga beberapa KM,  salah saru penyebabnya karena kepala truk yabg terperosok memakan badan jalan.

Hingga berita ini ditayangkan, pengemudi dan montir berusaha melakukan evakuasi kendaraan agar tidak menyebabkan kemacetan panjang.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG


TatarSukabumi.ID - Warga Masyarakat menempuh jalur hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK) Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi terkait PT Semen Jawa SCG.

22 perwakilan Warga menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan Jajaran Direksi PT. Siam Cement Group, Selasa [22/5/2018].

BACA JUGA : Kerap Macet di Depan PT SCG Sukabumi, Perusahaan Siap Bongkar Pembatas Jalan

Warga merasa tidak puas oleh Pemda Sukabumi yang seolah-olah mengabaikan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait permasalahan Perusahaan Semen asal Thailand PT SCG, seperti diungkap Endang warga Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.


Menurut Endang warga telah menang hingga ke Mahkamah Konstitusi, keputusan MK yang dikeluarkan pada 14 Nopember 2017 silam menyebutkan jika PK (Peninjauan Kembali) Pemda Kabupaten Sukabumi ditolak yang artinya mengesahkan keputusan Hakim yang sebelumnya.

BACA JUGA : Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi

Saat ditemui TatarSukabumi.ID, Direktur PT SCG, Drs Adistia, SH, MH mengungkapkan, "Saya menghormati dari putusan pengadilan bagaimanapun hasil pengadilan apalagi sampe MK (Mahkamah Konstitusi)," ujar Adistia, Selasa [22/5/2018].

Pihak Perusahaan PT SCG mengaku belum mengetahui keputusan MK yang dikeluarkan pada 14 Nopember 2017, "Jadi putusannya apa saya belum tahu sampai hari ini, tapi saya menghormati," ujar Direktur PT SCG.

Direktur PT SCG menyerahkan permasalahan ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, "Kalo saya baca tadi sekilas yang digugat adalah Pemda, maka warga harus berhak dong mendapatkan putusan dari pemda apa, nah saya sudah memberitahu kepada Pemda ya silahkan kalo pemda mau menyampaikan apa," jelas Adistia.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Selasa, 22 Mei 2018

Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Pertemuan antara Pihak Perusahaan yang diwakili Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Sukabumi, Disnakertrans, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, bersama Muspika Kecamatan Parungkuda dengan Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI) digelar di Aula Kecamatan Parungkuda, Jalan Raya Siliwangi, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, Selasa [22/5/2018].

Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menciptakan ketenangan selama bulan Ramadan di wilayah Kecamatan Parungkuda yang sempat terjadi gesekan antara perusahaan dan Ormas.

Gesekan sempat terjadi dengan adanya sweeping dari Ormas dengan tujuan mengontrol SK Bupati terkait jam masuk dan keluar kerja Karyawan di Kecamatan Parungkuda.

BACA JUGA : Akhirnya, 2 Bulan Gaji Karyawan PT Sentosa Cicurug Akan Dibayar

"Semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketenangan di Bulan Ramadhan dan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum baik itu sweeping dengan kekerasan atau pengrusakan dan lain sebagainya kita akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ungkap AKBP Nasriadi, Selasa [22/5/2018].

Dalam pertemuan ini Kapolres meminta semua pihak agar bisa cooling down serta melakukan perdamaian dalam upaya menghargai bulan Suci Ramadhan, "Kita harap agar pihak perusahaan juga mentaati, menghormati karena mayoritas pekerja disini Islam, hormati hak-hak mereka didalam bulan Ramadhan," ungkap Nasriadi.


Kapolres meminta seluruh Ormas maupun LSM harus memahai Perusahaan yang saat ini sedang meningkatkan produktivitas untuk memenuhi pembayaran gaji dan THR serta upah selama libur Karyawan, "Ini bukan merupakan hal yang besar dan kami tidak membesar-besarkan masalah ini. Dari pihak perusahaan juga harus saling mengerti dan memaafkan, tapi penegakan hukum itu ada dua sampai dengan penindakan ada juga diluar peradilan yaitu adanya perdamaian, Kita saat ini masih menunggu dari pihak perusahaan dan mengumpulkan barang bukti," beber Kapolres Sukabumi.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Sekdisnakertrans Kabupaten Sukabumi Lina Evelin berharap dengan pertemuan ini mendapatkan jalan terbaik serta solusi bersama, "Aktifitas investasi di Sukabumi harus dijaga semua pihak, karena masyarakat sukabumi mayoritas pekerja dan ini bisa menambah sumber kesejahteraan masyarakat Sukabumi. Kita sangat mengharapkan kesejahteraan bisa diberikan oleh pihak perusahaan, karena berkat para pekerja perusahaan bisa maju, kita harapkan semua sumber daya bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya," tutur Lina.

Sementara itu Ustadz Lucki, Perwakilan FPI Kecamatan Parungkuda memohon maaf atas gesekan yang sempat terjadi hari senin (21/5) kemarin, "semua karena kelalaian saya yang tidak bisa mengkoordinir anggota saya," ujar Ustadz Lucki.

Ketua forum HRD Kabupaten Sukabumi,  Herman mengaku kecewa atas kejadian yang sempat terjadi, padahal dirinya mengaku selalu mendukung setiap kegiatan Ormas, "Dan supaya tidak adalagi kejadian serupa, saya meminta upaya proses hukum tetap dilanjutkan, dengan harapan bisa memberi efek jera kepada oknum pelaku," ungkapnya.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Penggalian Potensi Wilayah se-Kecamatan Sukabumi Tahun 2019 - 2023


TatarSukabumi.ID - Sosialisasi Penggalian Potensi Wilayah Kecamatan Sukabumi Tahun 2019 - 2023, dilaksanakan di Aula Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Desa Sudajaya Girang Jalan Salabintana Sukabumi, Selasa [22/5/2018].

Acara ini dihadiri Camat Drs. H. nasrudin beserta unsur Muspika Kecamatan Sukabumi, serta 6 Kepala Desa se-kecamatan Sukabumi diantaranya Desa Warnasari, Sukajaya, Parungseah, Karawang, Sudajaya Girang, dan Desa Perbawati.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Menurut Camat, Pemerintah Desa tidak akan bisa bekerja secara maksimal tanpa adanya sebuah perencanaan, sementara tugas Kecamatan adalah mendukung dan memfasilitasi semua perencanaan agar terealisasi secara optimal, "Potensi desa harus sesuai dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) dari masing masing desa, diharapkan dengan potensi dan program unggulan tiap desa akan menjadi daya tarik bagi kemajuan desanya masing-masing," Nasrudin, Selasa [22/5/2018].

Sementara itu, Sekmat Kecamatan Sukabumi Nunung dalam pemaparannya mengungkapkan, "Setiap Desa agar secepatnya, membuat perencanaan, untuk penggalian potensi desa, tergantung potensi desa masing - masing, dan dibikin pengajuan terus di sampaikan ke kecamatan, paling lambat 3 Juli," tutur Sekmat.

Sekmat berharap, seluruh aparatur Desa se-kecamatan Sukabumi bisa memahami serta melakukan perencanaan sehingga secepatnya bisa terlaksana dan direalisasikan dengan baik.(*)

Kontributor : EF / Editor : Dian Syahputra Pasi

Truk Pembawa Semen Coran Terbalik Timpa Rumah Warga di Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Truk Molen (truk mixer) Semen Tiga Roda bernopol B 9376 UYW terbalik di Jalan Raya Karang Tengah Cireunde Desa Girijaya Kampung Palasari RT 01/RW 03 Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, Selasa [22/5/2018].

Truk Molen (truk mixer) Semen dengan muatan cukup berat terbalik diduga akibat terperosok menginjak jalan yang labil hingga terbalik dan menimpa rumah warga.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Herlan (40) pemilik rumah mengaku saat kejadian menimpa, dirinya beserta keluarga sedang melakukan makan sahur, sekitar pukul 03.55 WIB.


Herlan sekeluarga mengaku sempat shock dan trauma saat tiba tiba suara menggelegar tepat disamping hingga memporak porandakan beberapa bagian rumahnya.

BACA JUGA : Jelang Lebaran, Jalan Padabeunghar Masih Rusak Parah

Ditengarai, saat kejadian Truk bermuatan semen dalam posisi mundur dengan jarak sekitar 500 meter, diduga karena diatas lahan yang hendak dilakukan pengecoran tidak memiliki lahan parkir.

Seperti diungkap Asep Samsul (32) warga kampung Cireundeu, jika truk molen hendak melakukan proyek jalan, "saat mundur sepertinya terlalu sisi, hingga masuk ke selokan dan akhirnya terguling menimpa rumah warga,"ungkapnya.

Meski tidak memakan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan hingga mencapai puluhan juta rupiah.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

38 Ribu Pelajar di Sukabumi Belum Bisa Baca Tulis Alquran, Inilah Upaya yang Dilakukan FKPQ Kabupaten Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Pendidikan Al'Quran (FKPQ) Kabupaten Sukabumi menyalurkan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) dan Intensif Pendidikan Al'Quran tahun 2018, yang digelar di Gedung BAZ Kabupaten Sukabumi, Selasa [22/5/2018].

Pendistribusian BOP dan Intensif diberikan kepada 843 Unit Pendidikan dengan 3 ribu lebih guru penerima yang bersumber dari dana Sabilillah Zakat BAZ Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi

Ketua Umum FKPQ Dr. H. Ali Iskandar dalam sambutannya mengungkapkan, "Energi kita akan ditambah dengan turunnya BOP serta intensif yang di suport oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, BAZ, Kemenag, guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mandiri dan Religius," tutur Ali Iskandar, Selasa [22/5/2018].

"Ini menjadi penambah semangat, ada tidaknya anggaran perjuangan akan terus berjalan, tebarkan keberkahan Alquran ditengah masyarakat sehingga semangat Sukabumi yang religius dan mandiri dapat terimplementasikan," ungkap Ketua Umum FKPQ Dr. H. Ali Iskandar kepada TatarSukabumi.ID.

H. Unang Kabag Sosial Keagamaan Setda Kabupaten Sukabumi dalam sambutannya mengungkapkan, "sistem dan situasi saat ini menggunakan sistem online sehingga tidak akan mudah menurunkan anggaran seperti tahun sebelumnya, jadi semua ajuan atau proposal dimasukan dulu sehingga akan muncul dalam musrenbang dan anggaran bisa diturunkan," ujar H. Unang.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Hari ini dari 45 ketua/Pengurus DPK FKPQ diharuskan melengkapi syarat pencairan diantaranya memberikan laporan penyelenggaraan pelaksanaan munagosah,wisuda dan kewajiban penyelesaian administrasi serta bagi unit yang belum terdaftar dalam data emais PD. Pontren kementrian Agama agar membawa kelengkapan administrasi unit seperti SK dan piagam terbaru.

Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Agus Santosa secara simbolis membuka pemberian BOP dan Intensif Pendidikan Al'Quran tahun 2018, menurutnya, Data selama 2018 di Kabupaten Sukabumi kekurangan guru agama mencapai 600 guru, bahkan ada salah satu kecamatan yang tidak memiliki sama sekali guru agama, tercatat 38 ribu pelajar yang belum bisa baca tulis Al'Quran.

BACA JUGA : Akhirnya, 2 Bulan Gaji Karyawan PT Sentosa Cicurug Akan Dibayar

"Perlu diberikan solusi secara sistematis untuk menjadikan Kabupaten Sukabumi yang terbebas dari baca tulis Alqur'an, beberapa kendala menjadi sandungan namun itu merupakan sebuah motivasi bagi kita," ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh ketua MUI, BAZNAS, Kabag Sosial dan keagamaan Setda, para tokoh agama dan ketua/pengurus DPK FKPQ se-kabupaten Sukabumi.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Sistem Tambal Sulam Jalan Surade - Ujung Genteng, 7 Hari Jelang Lebaran Target Selesai


TatarSukabumi.ID - Jelang musim mudik Ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah, beberapa ruas jalan di Kabupaten Sukabumi mengalami perbaikan, kendati belum maksimal namun perbaikan jalan dirasa positif, seperti halnya perbaikan ruas jalan Surade - Ujung Genteng dengan target H minus 7 sebelum lebaran Idul Fitri selesai.

Sistem tambal sulam menutup jalan berlubang sepanjang ruas jalan Surade - Ujung Genteng dilakukan mengingat jelang libur panjang dan Hari Raya Lebaran semakin dekat.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Seperti diungkapkan Kepala Sub Unit Pengelola Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Entis Sutisna Kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Dalam rangka pemeliharaan rutin jalan serta jembatan, saat ini sedang dikerjakan tambal sulam serta perbaikan beberapa titik kerusakan yang terjadi diruas jalan Surade hingga Ujung Genteng di KM BDG 229 + 750, guna persiapan jalur mudik serta menjelang libur panjang setelah hari raya, biasanya Wisatawan lokal serta luar daerah banyak berkunjung ke sekitar obyek wisata Ujung Genteng," beber Entis Sutisna, Selasa [22/5/2018].


Musim libur panjang sekaligus arus mudik, kawasan wisata Ujung Genteng, dan Geopark Ciletuh diprediksi akan dipadati pengunjung baik wisatawan lokal hingga luar kota.

BACA JUGA : Ibu Hamil Ditusuk Pisau Dapur Oleh Pria Misterius di Sukabumi, Seperti Ini Kondisinya

Menurut Kepala Sub Unit Pengelola Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, pasca lebaran perbaikan total rencananya baru akan dilaksanakan di ruas Jalan Surade - Ujung Genteng.

"Semoga saja kurang dari tujuh hari menjelang Lebaran sudah ditargetkan jalan tersebut tak berlubang, dan nanti setelah selesai lebaran serta liburan baru ada perbaikan di hotmix, yang parah akan ditotalkan," pungkasnya.(*)

Reporter : Rudi Imelda / Editor : Dian Syahputra Pasi

Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya


TatarSukabumi.ID - Beberapa ruas jalan Provinsi sepanjang ruas jalan Sukabumi - Surade mengalami kerusakan yang cukup parah hingga beberapa Kilo Meter terutama sepanjang jalur Jalan Raya Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah.

Salah satu faktor penyebab kerusakan jalan adalah beban kendaraan yang melebihi kapasitas muat sehingga mempercepat proses kerusakan pada jalan.

BACA JUGA : Jelang Lebaran, Jalan Padabeunghar Masih Rusak Parah

Seperti diungkap Kepala Sub Unit Pengelola Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Entis Sutisna Kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan, "Mengenai ruas Jalan tersebut tingal tindak lanjutnya bagaimana dari perizinan dalam hal ini pihak pemerintah bisa memberlakukan batasan muatan, karena setiap jalan sebetulnya sama, setiap hari ada petugas yang memelihara dan perbaikan, akan tetapi karena tidak seimbang perbaikan hanya dengan pemeliharaan rutin jalan, yang notabene pemeliharaan hanya bisa mempertahankan kondisi jalan," ujar Entis Sutisna, Selasa [22/5/2018].

"Mudah mudahan kedepan ada penertiban pembatasan muatan, dan juga jalannya di tingkatkan kelasnya, jadi seimbang antara kelas jalan sama beban yang melintasinya," tambah Entis.

BACA JUGA : Tanami Pohon Hingga Televisi Ditengah Jalan Warga Sukabumi Blokade Jalan

Menurut Kepala Sub Unit Pengelola Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat seluruh instansi terkait harus ikut terlibat dalam mengatasi kerusakan jalan, "Karna kerusakan jalan tersebut semua pihak harus ikut terlibat dalam penanganannya, tidak hanya beban di Dinas Bina Marga saja, melainkan dari mulai Dinas Perijinan dan Dishub juga harus sinergis agar jalan tersebut tetap bagus," jelas Entis.

Faktor lainnya menurut Entis Sutisna, masyarakat harus disiplin degan tidak membuang sampah sembarangan hingga menyebabkan mampetnya drainase dan gorong gorong pinggir jalan, jika hujan hal ini menyebabkan saluran air tidak lancar hingga tumpah kejalan dan menjadi salah satu faktor rusaknya jalan.

Toko dan bangunan yang didirikan dibahu jalan atau bangunan beton dengan posisi yang miring kejalan hingga mengakibatkan air hujan masuk kejalan juga merupakan salah satu faktor penyebab rusaknya jalan, jelas Entis Sutisna.(*)

Reporter : Rudi Imelda / Editor : Dian Syahputra Pasi