Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Kamis, 18 Januari 2018

Begal Apes Ketangkep Gara Gara Fotonya Viral di Facebook



TatarSukabumi.ID - Petualangan begal sepeda motor dan Uang puluhan juta akhirnya tamat setelah sepekan berkeliaran.

M Rizal (27) seorang Begal tidak bisa berkutik saat Aldin Siswandi menjebak hingga membekuknya, Aldin merupakan security salah satu Bank di kawasan Cikiray, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA : Polsek Cibadak Sukabumi, Perangi Debt Collector

Aldin mengaku mengenali wajah sang begal dari medsos yang beredar di sebuah grup facebook yang diunggah oleh Adi Adisti (35) adik korban yang di begal oleh Rizal.

Rizal (27) tidak menyangka bahwa foto wajahnya begitu viral di media sosial Facebook, karena ulah nya membegal 1 unit kendaraan bermotor dan uang sebesar 16 juta di dalam jok motor milik Simin (Kakak Adi) Warga Salabintana Desa Warnasari, Sukabumi.

BACA JUGA : Misteri Mayat Tergantung Tanpa Identitas, Mulai Terkuak

Kronologi penangkapan yang diterima TatarSukabumi.ID, Aldin secara diam-diam menghubungi akun Adi Adisti yang mengunggah foto wajah Rizal untuk mencocokan photo yang di unggah Adi.

Ternyata benar orang yang dimaksud itu adalah seorang begal yang sedang duduk-duduk santai di warung nasi didekat tempat kerja Aldin.

BACA JUGA : 3 Hari Pencarian, Jenazah Asep Ditemukan 11 KM dari TKP

Aldin langsung menelepon salah satu anggota Kepolisian Polres Sukabumi Kota.

Sambil menunggu polisi tiba, Aldin menghampiri dan mengajak ngobrol Rizal untuk menjebaknya agar tidak meninggalkan warung sebelum datang Polisi.

Brigadir Bori yang datang ke lokasi langsung meringkus Rizal dan Motor hasil rampasan pelaku berhasil disita.

BACA JUGA : 10 Anggota Gank Motor Brigez Diringkus Polsek Caringin Sukabumi

Menurut pengakuan adik korban, Adi Adisti mengungkapkan, "Rizal tinggal sekitar dua minggu di rumah kaka saya Mas Simin, karena kasihan melihat dia luntang-lantung gak jelas. Kakak saya lalu mempekerjakan dia," ungkap Adi. 

"Sekitar seminggu yang lalu dia merampas motor kakak saya saat di pasar. Di dalam bagasi motor ada uang hasil jual beli domba sebanyak 16 juta rupiah," terang Adi.

BACA JUGA : 7 Foto Indah Kawasan Ciracap Sukabumi Yang Belum Terjamah

saat ini Rizal harus meringkuk dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, aksi heroik sang security patut di acungi jempol.

''sayang uang Rp 16 juta hasil rampasan sudah ludes digunakan pelaku untuk foya-foya. dipake maen perempuan, beli miras, beli hp dan baju. dan saya tidak kenal dengan pelaku, yang kenal itu kakak saya'' pungkas Adi. (*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Polsek Cibadak Sukabumi, Perangi Debt Collector



TatarSukabumi.ID - Ulah perampasan kendaraan yang dilakukan oknum Debt Collector belakangan semakin meresahkan warga.

Tidak segan segan, Debt Collector berani merampas dan menyita kendaraan yang dipergunakan pemiliknya dijalan.

BACA JUGA : Mayat Misterius di Nyalindung, Kapolsek : Bagi Yang Kehilangan Anggota Keluarga Hubungi Polisi

Menanggapi keluhan masyarakat yang diduga merasa terancam dan resah dengan ulah debt collector atau leasing, Polsek Cibadak Khususnya Bhabinkamtibmas Desa Karang Tengah Brigadir Sandi Praja memasang spanduk imbauan kepada warga agar melaporkan kejadian perampasan kendaraan dari debt collector atau leasing, Rabu (27/1).

Langkah ini telah dikoordinasikan dengan Kapolsek Cibadak Kompol Drs Jerry Said dan dibenarkan oleh Kepala Unit Reskrim Polsek Cibadak Iptu Madun, Melalui Bhabinkamtibmas Desa Karang Tengah Brigadir Sandi Praja, “Laporkan ke polisi jika kejadian itu menimpa warga. Kita akan proses debt collectornya,” ungkap Sandi seperti dikutip TatarSukabumi.ID.

BACA JUGA : 14 Anggota Gank Motor Diciduk, Ini Intruksi Tegas Kapolres Sukabumi

Spanduk berisi himbauan agar warga melaporkan jika ada debt collector datang menyita kendaraan debitur berukuran panjang tiga meter dan lebar satu meter itu dibentangkan di kawasan Desa Karang tengah, Cibadak Sukabumi.

Inilah tulisan didalam spanduk tersebut, Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Kawasan Bebas Debt Collector, Apabila Terjadi Perampasan Kendaraan Bermotor, yang mengatas namakan Debt Collector atau Leasing, Agar Segera Melapor Kepolisi.

BACA JUGA : 3 Hari Pencarian, Jenazah Asep Ditemukan 11 KM dari TKP

Terkait tarik paksa kendaraan oleh Debt Collector Sandi mengungkapkan, "Itukan tidak etis, dengan melakukan perampasan bisa diuntut dengan pasal 365 KUHP," ujarnya.

Harapannya langkah ini bisa menjadi contoh dan diterapkan di Polsek-Polsek lainnya. "Mungkin kami yang pertama, dan semoga bisa jadi pelopor sebab debt collector ini cukup meresahkan," pungkasnya. (*)

Reporter  : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Rabu, 17 Januari 2018

Misteri Mayat Tergantung Tanpa Identitas, Mulai Terkuak



TatarSukabumi.ID - Mayat tanpa identitas yang ditemukan tergantung di pohon Mahoni saat ini sedang diidentifikasi Jajaran Kepolisian bersama tim medis di RSUD Sekarwangi Cibadak.

Setelah sebelumnya, tepat tengah hari siang ini, warga menemukan sesosok jenazah yang telah rusak tergantung disebuah pohon Mahoni, di Kebon Kalapa RT 002/004 desa Bojongkalong kecamatan Nyalindung, Sukabumi - Jawa Barat, Rabu (17/1/2018).

BACA JUGA : Mayat Membusuk Ditemukan Tergantung di Nyalindung - Sukabumi

Saat ditemui TatarSukabumi.ID di RSUD Sekarwangi,  Kapolsek Nyalindung, AKP Dede Majimudin mengungkapkan, " sebelumnya tanggal 6 didesa Bojong Kalong ada laporan orang hilang, tapi waktu itu korbannya pamit mau shalat magrib ke Masjid pake pakaian Shalat, "jelas Dede Majimudin.



Data yang terhimpung, pada Minggu 6 januari 2018, sekira pukul 18.00 wib H. Lukman (48) warga Kampung Cijoho RT 002/003 desa Bojongkalong Nyalindung dilaporkan menghilang, dengan ciri ciri menggunakan baju koko putih, sarung hijau belang, menggunakan sorban meninggalkan rumah dengan pamit hendak shalat magrib di Masjid.

BACA JUGA : Mayat Misterius di Nyalindung, Kapolsek : Bagi Yang Kehilangan Anggota Keluarga Hubungi Polisi

Saat dikonfirmasi terkait adanya hubungan dengan orang hilang tersebut, kapolsek mengungkapkan, "Dilihat dari postur tubuh ada persamaan, namun karena ini sudah membusuk, ini ada perbedaan . Rambut ada perubahan, " Jelas Kapolsek.

"Setelah ini kita cek sidik jari, kita hubungkan dengan KTP saudara Lukman yang hilang tersebut, apabila tidak ada kecocokan, kita akan lakukan Otopsi, "pungkas Kapolsek.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Mayat Misterius di Nyalindung, Kapolsek : Bagi Yang Kehilangan Anggota Keluarga Hubungi Polisi



TatarSukabumi.ID - Temuan mayat disiang bolong menggemparkan warga kampung Kebon Kalapa Rt 002/004  Desa Bojongkalong Kecamatan Nyalindung,  Sukabumi - Jawa Barat, Rabu (17/1/2018).

Saat ini Jenazah telah berada di RSUD Sekarwangi di Ruangan Instalasi Forensik dan Medikolegal untuk dilakukan otopsi oleh tim dokter forensik Polres Sukabumi.

BACA JUGA : Mayat Membusuk Ditemukan Tergantung di Nyalindung - Sukabumi

AKP Dede Majimudin Kapolsek Nyalindung saat ditemui di RSUD Sekarwangi kepada TatarSukabumi membeberkan, korban dalam keadaan gantung diri dipohon Mahoni. mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki laki dengan badan sudah sebagian tidak utuh. Selanjutnya dikirimkan ke RSUD Sekarwangi  untuk dilakukan otopsi agar diketahui identitasnya, " jelas Kapolsek Nyalindung.



Dede Majimudin menambahkan, "Bagi warga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Polisi, " ungkap Dede.

BACA JUGA : 3 Hari Pencarian, Jenazah Asep Ditemukan 11 KM dari TKP

Kapolsek pun menjelaskan ciri ciri mayat yang tergantung, "Seorang laki laki yang diduga berusia 45 tahun dengan  ciri ciri pakaian berwarna garis - garis putih tangan pendek, dan celana hitam pendek yang menempel pada tubuh korban, " jelas Kapolsek.

Saat ini Jenazah korban berada diruangan Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi. (*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Mayat Membusuk Ditemukan Tergantung di Nyalindung - Sukabumi



TatarSukabumi.ID - Warga Kebon Kalapa RT 002/004 desa Bojongkalong kecamatan Nyalindung, Sukabumi, siang ini Rabu (17/1) sekitar pukul 11:51 wib digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat tanpa identitas tergantung dipohon Mahoni.

Temuan mayat tanpa identitas ini berawal dari warga yang sedang mencari rumput yang mencium bau bangkai di lokasi kebun pohon kaliandra.

BACA JUGA : 3 Hari Pencarian, Jenazah Asep Ditemukan 11 KM dari TKP

Selanjutnya Endang (62) alias Mantri bersama dengan Makmun (42) alias Ukra mendatangi lokasi bau bangkai, di lokasi ditemukan sesosok mayat laki laki tidak dikenal tergantung disebuah pohon mahoni dengan keadaan kondisi kepala yang sudah tidak utuh dan kondisi kaki yang sudah dipenuhi lalat dan ulat.



Saat ditemukan, Mayat menggunakan kemeja lengan pendek warna putih (lusuh) bermotif garis kotak kotak, celana pendek bermotif TNI (army).

BACA JUGA : Gara Gara Pelaku Pemerkosa Anak Dibebaskan, PN Cibadak Didemo

Temuan ini selanjutnya dilaporkan ke Kepolisian setempat, polisi langsung mengecek TKP, saat ini sekitar area temuan Mayat diberi garis polisi untuk bahan penyelidikan.

Dari pantauan awal kepolisian, mayat tergantung disebuah pohon mahoni dengan menggunakan seutas tali tambang berwarna biru.

BACA JUGA : Setelah Pesta Oplosan, Seorang Pemuda Warga Cikidang Tewas
Posisi dari kaki dari tanah sekitar 2 meter, sedangkan posisi tali tambang ke batang pohon mengukat dileher korban sekita 50 cm.

Selanjutnya Jenazah di evakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk diotopsi serta diambil sample DNA guna bahan identifikasi dan bahan penyelidikan.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

3 Hari Pencarian, Jenazah Asep Ditemukan 11 KM dari TKP



TatarSukabumi.ID - Pencarian Korban tenggelam dihari ketiga atas nama Asep Mulyana (20), Warga Kampung Pamugaran, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Sukabumi yang tenggelam di Pantai Cibangban akhirnya dihentikan.

Tim Sar mendapat impormasi dari nelayan bahwa telah menemukan sesosok mayat di sekitar pantai Cikembang Desa Pasirbaru, pada Rabu (17/1/2018).

BACA JUGA : Korban Tenggelam di Palabuhanratu Hari ke 3 Belum Ditemukan

Imformasi dihimpun TatarSukabumi.ID, Jenazah yang ditemukan di Legon Waru pantai Cikemang sekitar perbatasan Sukabumi - Kabupaten Lebak, Banten memiliki ciri ciri yang sama dengan korban tenggelam 3 hari lalu.



Jasad ditemukan sekira pukul 06:30 wib sekitar 11 kilometer dari dari tempat kejadian tenggelamnya Korban, saat ditemukan, jenazah korban masih mengenakan pakaian utuh.

BACA JUGA : Terkait Kasus Perkosaan Anak Yang Divonis Bebas, Ini Penjelasan Pihak Pengadilan Negeri Cibadak

Setelah diidentifikasi, Korban langsung di evakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan otopsi.

Setelah di lakukan evaluasi, dan sudah tidak ada korban jiwa yang di cari maka Operasi SAR di nyatakan selesai dan ditutup, seperti diungkapkan Koorpos Sar Sukabumi Aulia sholihanto.

BACA JUGA : Banjir Rob di Palabuhanratu, Puluhan Rumah dan Warung Rusak

Seperti diberitakan sebelumnya Asep mulyana (20) warga Kampung Pamugaran RT 02/01 Desa Mangunsari Cisolok - Sukabumi, Sejak 3 hari terakhir dinyatakan hilang ditelan ombak saat sedang memancing di Pantai Cibangban.

Hari ini merupakan hari ke-tiga pencarian, dan akhirnya jenazah korban dapat ditemukan.(*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Indah, Sehat, Tempat Selfie, Ada di Batu Ceria Cicurug - Sukabumi



TatarSukabumi.ID -  Suasana Pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Salak di Wilayah Cicurug - Sukabumi  menjadi daya tarik tersendiri.

Hal ini dimanfaatkan oleh warga Kampung Cigadog RT 01 /03 Tenjolaya Kecamatan Cicurug Sukabumi Jawa Barat untuk membuat inovasi baru sebagai ajang kreatifitas warga dalam upaya mempercanti k Desa sekaligus membuat inovasi baru dalam dunia pengobatan refleksi.

BACA JUGA : 7 Foto Indah Kawasan Ciracap Sukabumi Yang Belum Terjamah

Dengan menggabungkan estetika keindahan, keunikan, serta sarana pengobatan refleksi, warga bersama Pemdes membangun Batu Ceria yang berada di  desa Tenjolaya Kecamatan Cicurug Sukabumi.

Batu Ceria dibangun sepanjang 20 Meter dengan lebar 80 Centi Meter, saat ini baru dibangun dua trap dengan anggaran swadaya dan Dana Desa (DD) seperti diungkapkan Aryo Bangun Adinoto kepada TatarSukabumi.ID, Rabu 27/01/2018.

BACA JUGA : 5 Fakta Unik Tukang Cuanki, Ternyata Pake Oplosan Lho

Aryo mengungkapkan, ide Batu Ceria berawal dari Pemuda Tenjolaya yang berinisiatif membangun sarana olah raga jalan sehat, dan tercetuslah Batu Ceria yang selama dua bulan ini dibangun.



Tidak hanya mengusung tema kesehatan, Batu Ceria mengusung sisi wisata keindahan, beberapa spot disiapkan bagi ajang berfoto ria dengan keluarga, atau sekedar foto selfie.

BACA JUGA : Inilah 7 Foto Masjid Gaya Wali Songo Yang Habiskan 8,5 Milyar Berada di Sukabumi

Tidak hanya siang hingga sore hari, suasana malam di Batu Ceria kerap ramai dikunjungi, nuansa alam yang sejuk, sajian lampu warna warni menambah pengunjung betah untuk berlama lama disini.

Wahyudin ketua Ikatan Pemuda Cigadog Desa Tenjolaya mengungkapkan, selain program batu Ceria,Taman Bacaan serta Usaha Kecil Menengah (UKM) warga seperti makanan ringan ciri khas sunda saat ini akan digiatkan.

"Ini akan menambah daya tarik panorama keindahan Batu Ceria, silahkan datang jika tidak percaya, "pungkasnya.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Hanya Bermodal 3 Juta, Rumah Reyot Mak Anit Dibangun Swadaya Masyarakat



TatarSukabumi.ID - Mak Anit (70) sosok wanita jompo yang tinggal sebatang kara, warga Kampung Pasir angin,  RT2/RW2 Desa/Kec Ciambar, Sukabumi selama hidupnya tinggal di gubuk reyot.

Saat ini, gubuk reyot Mak Anit sedang dalam proses renovasi, yang dilakukan secara swadaya masyarakat dan dibantu organisasi masyarakat (ormas) setempat.

BACA JUGA : Banjir Rob di Palabuhanratu, Puluhan Rumah dan Warung Rusak

Ide awal perehaban rumah Mak Anit berawal dari Camat Ciambar yang sempat mengundang tokoh masyarakat, ormas yang berada diwilayah ciambar untu berperan aktif dalam pembangunan rumah  Mak Anit.

Namun dana yang terkumpulkan dari pihak kecamatan, Desa BAZ masing-masing hanya memberi 1 juta saja.

BACA JUGA : 7 Foto Indah Kawasan Ciracap Sukabumi Yang Belum Terjamah

Saat ini dengan hanya bermodal 3 juta rupiah, dibantu warga masyarakat swadaya ormas itu sendiri yaitu dengan membantu tenaga dan tukang secara sukarela.

Andra tokoh pemuda Ciambar kepada TatarSukabumi.ID, Selasa (16/1) mengungkapkan, "Sangat miris ketika ada warga seperti Mak Anit disisa usianya ,masih menghuni rumah sangat tidak layak huni, bagaimana bila nanti rumahnya roboh, apakah menunggu sampai ada korban?" ungkap Andra.

BACA JUGA : Terkait Kasus Perkosaan Anak Yang Divonis Bebas, Ini Penjelasan Pihak Pengadilan Negeri Cibadak

Kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi masih menjadi program pekerjaan rumah agenda kinerja tahun 2018, terutama leading sektor dinas sosial, bagian keagamaan dan sosial.



Bahkan uluran bantuan dari peran serta lembaga sosial , masyarakat dan para dermawan, pejabat,pengusaha masih sangat di butuhkan dalam menuntaskan tanggung jawab sosial tersebut.

BACA JUGA : 10 Anggota Gank Motor Brigez Diringkus Polsek Caringin Sukabumi

"Maka dari itu kami mengajak semua pihak agar lebih perduli dalam merehab rumah mak Anit" lanjut Andra.

Lebih lanjut, Andra juga menegaskan dan mengingatkan mengenai UPK (Unit Pengelola Kerja) di Kecamatan Ciambar yang belum ada tindak lanjut dari permasalahan tersebut.

BACA JUGA : 5 Fakta Unik Tukang Cuanki, Ternyata Pake Oplosan Lho

"Namun sangat disayangkan adalah ketika saya menyinggung bantuan UPK Kecamatan Ciambar dalam menyalurkan hak untuk rumah tidak mampu dan bantuan sosial yang wajib untuk disalurkan sampai saat ini masih belum juga ada tindak lanjut" pungkas tokoh pemuda di Ciambar tersebut.

"Saya berharap kedepannya pihak pemerintah selaku abdi masyarakat lebih peka serta dalam halnya pengajuan bantuan ataupun bentuk perhatiannya kepada warganya jangan sampai keberadaan warga yang sangat miskin sama sekali tidak mengetahui baru hafal setelahnya kondisi warganya termuat diberita,' tegas Andra.(*)

Reporter  : Rapik Utama
Editor  : Aldi Kusuma

Arisan Aneh Putaran Kedua Desa Mekarsari - Cicurug



TatarSukabumi.ID -  Kegiatan Arisan di Desa ini lain dari yang lain, kegiatan arisan rutin dilakukan dalam hal kebersihan lingkungan, Rabu (17/1).

Sebuah kegiatan, yang dilakukan secara gotong royong dalam melaksanakan kebersihan lingkungan, Acara ini dilaksanakan di salah satu ke-RW an, dibantu oleh seluruh anggota Masyarakat dari RT dan RW lain se-Desa Mekarsari, nantinya kegiatan ini akan bergulir, layaknya kocokan dalam Arisan.

BACA JUGA : Banjir Rob di Palabuhanratu, Puluhan Rumah dan Warung Rusak

Kegiatan  perdana Arisan Germas ini dilaksanakan di wilayah RW 06, kegiatan ini dilaksanakan oleh 9 ke-RW an dan 33 ke-RT an, selanjutnya hari ini digelar ke RW lain dan terus berputar ke 9 RW di Desa Mekarsari .



Pencetus Arisan ini adalah kepala desa Mekarsari Kecamatan Cicurug Sukabumi, Iwan Ridwan Bakar kepala desa Mekarsari kepada TatarSukabumi.ID, program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sejak Desember lalu.

BACA JUGA : 7 Foto Indah Kawasan Ciracap Sukabumi Yang Belum Terjamah

Program ini  membersihkan seluruh lingkungan diantaranya Tempat Pemakaman Umum (TPU), Mesjid, Sekolah, Jalan lingkungan, dan drainase / solokan.



"Desa mekarsari yang terdiri dari  sembilan ke RW an yang dihuni sekitar 13 ribu jiwa,akan kita tanamankan kebersamaan kegotongroyongan serta hidup sehat kita tanamkan untuk masyarakat, " ungkap Kepala Desa Mekarsari.

BACA JUGA : Terkait Kasus Perkosaan Anak Yang Divonis Bebas, Ini Penjelasan Pihak Pengadilan Negeri Cibadak

Dengan Program arisan ini, masyarakat cukup antusias mendukung Gerakan Sehat untuk hidup bersih dan hidup sehat .

"Program dengan arisan kebersihan akan terus dilakukan satu RW ke RW lain, " pungkasnya.(*)

7 Foto Indah Kawasan Ciracap Sukabumi Yang Belum Terjamah



TatarSukabumi.ID - Pesona alam Sukabumi merupakan sebuah anugerah, ribuan spot destinasi wisata masih belum terjamah.

Salah satunya berada di kampung cigaru wetan RT 05/RW 10 kedusunan Cibitung Desa Pasirpanjang Kecamatan Ciracap, Sukabumi yang wajib dikunjungi.

BACA JUGA : Coto Makassar di Sukabumi, Menu Wajib Pengobat Rindu Sulawesi

Inilah 7 foto yang penuh keajaiban yang recomended untuk dikunjungi;



Perjalanan yang cukup jauh ditempuh, cocok bagi kalian yang suka adventure.



Namun segala rasa lelah diperjalanan akan ditebus dengan keindahan alam yang akan kalian nikmati.



Sungai yang Indah dan menawan dengan air yang tenang untuk berenang


Lokasi batu yang memiliki tulisan alam atau tulisan prasejarah hingga saat ini belum terpecahkan.



Spot yang Indah nan menawan untuk selfie, nyesel kalo kalian tidak datangitempat ini. (*)

Reporter  : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi