Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Jumat, 25 Mei 2018

Mensos Idrus Marham Kunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih Palabuhanratu - Sukabumi dikunjungi Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat [25/5/2018].

Kunjungan Kerja Menteri Sosial Idrus Marham dalam rangka memberikan bantuan sosial kebutuhan dasar kepada 60 penghuni panti, senilai Rp. 80.160.000,00 (delapan puluh juta seratus enam puluh ribu rupiah).

BACA JUGA : Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menyambut baik kehadiran Menteri Sosial dan rombongan, Adjo Sardjono mengeluhkan kondisi Panti Aura Welas Asih dengan penghuni yang cukup padat dengan jumlah penghuni laki laki berjumlah 80 penghuni, wanita 22 penghuni dengan jumlah total 112 penghuni.


"Kami belum maksimal memfasilitasi panti karena keterbatasan dana. Kami minta solusi dari bapak menteri bagaimana selanjutnya agar bangunan baru bisa terwujud," harap Adjo.

Sementara itu, Ketua Yayasan Aura Welas Asih, Deni Solang dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan panti Aura Welas Asih yang berdiri sejak tahun 2015, saat ini penghuni panti menempati gedung eks Sekolah SMK Pelayaran dalam waktu dekat Pemda Sukabumi akan membangun sarana untuk para penghuni Panti Aura Welas Asih.

BACA JUGA : 611 TPS Khusus Kaum Disabilitas Sukabumi dalam Pilkada 2018

Menteri Sosial Idrus Marham dalam kunjungannya kepada Dirjen Sosial menginstruksikan untuk segera membantu secara maksimal kegiatan panti Aura Welas Asih, "Mari kita bersama dari berbagai elemen diharapkan bisa membantu panti ini.

Idrus Marham berjanji dalam waktu dekat melakukan bantuan kepada Panti Aura Welas Asih, "Ketua panti segera buatkan rencana anggarannya, mudah-mudahan Pemda bisa menganggarkan dalam anggaran APBD. Saya akan laporan ke Presiden soal panti ini, karena pesan dari Presiden "Jangan biarkan anak Bangsa ini ada yangg terlantar" ungkap Idrus Marham.(*)

Reporter : ASP/Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Pohon Tumbang Tutup Jalan Alternatif Jelegong Nagrak - Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Anggota TNI dan warga masyarakat bersihkan puing reruntuhan pohon Trembesi di Jalan alternatif Jelegong di Kampung Balekambang Desa Balekambang Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, Jumat [25/5/2018].

Pohon tumbang diduga telah lapuk dan terbelah dua hingga tumbang menutup jalan, arus lalu lintas tidak bisa dilewati kendaraan sekitar dua jam.

BACA JUGA : Kerap Dilanda Macet Sepanjang Cidahu - Cicurug, Pemdes Mekarsari Usulkan PT Aqua Buat Jalan Sendiri

Iwan (56) warga setempat sempat mendengar suara retakan pohon Trembesi tumbang sekitar pukul 02.30 WIB pagi buta menjelang waktu sahur.

Sertu Khisbulloh Babinsa Desa Balekambang dan Danramil Nagrak Kapten Sugito serta masyarakat langsung membersihkan puing reruntuhan batang pohon Trembesi yang melintang ditengah jalan Alternatif Jelegong.

BACA JUGA : Jelang Musim Mudik, Jalan Alternatif Sukabumi - Bogor Masih Rusak dan Tidak Ada PJU

"Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, puing batang pohon selesai dibersihkan sekitar pukul 04.50 WIB," ujar Sugito kepada TatarSukabumi.ID, Jumat [25/5/2018].

Sugito sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang cepat mengevakuasi serta membersihkan pohon tumbang, hingga saat ini kondisi jalan telah kembali normal bisa dilalui kendaraan.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

Kamis, 24 Mei 2018

Warga Desak Pemda Sukabumi, Jangan Saling Lempar Dengan PT SCG


TatarSukabumi.ID - Pertemuan membahas Permasalahan PT Semen Jawa (SCG) antara perwakilan warga dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan Jajaran Direksi PT. Siam Cement Group, digelar di Aula kantor Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Selasa kemarin [22/5/2018].

Warga merasa tidak puas dengan hasil mediasi, menurut warga tidak ada solusi permasalah baik dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi maupun dari Pihak Perusahaan PT Siam Cement Grup (SCG).

BACA JUGA : Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG

Salah seorang perwakilan warga dalam mediasi yang dilakukan Selasa lalu kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan ketidakpuasannya, "Tidak puas, jadi tidak ada solusi bagi kami, kami datang ingin mendapatkan solusi dengan pertemuan ini tidak ada solusi, sedangkan kami datang kesini inginkan sebuah solusi. Kami minta adalah dokumen IMB dengan surat pendukung lainnya. Tapi ternyata saat ini seolah-olah mereka saling lempar," ungkap Endah (55) warga Kampung Pangleseran RT 04/ RW 04 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

Hal lain menurut perwakilan warga, menanggapi statement Direktur PT. SCG yang menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak Pemda Kabupaten Sukabumi, Endah mengungkapkan, "Makanya Pemda punya kekuatan secara otoritas, Jadi sekarang Pemda harus bertanggung jawab atas kejadian ini," ungkap Endah.

BACA JUGA : Kerap Macet di Depan PT SCG Sukabumi, Perusahaan Siap Bongkar Pembatas Jalan

Menurut Endang warga telah menang hingga ke Mahkamah Konstitusi, keputusan MK yang dikeluarkan pada 14 Nopember 2017 silam menyebutkan jika PK (Peninjauan Kembali) Pemda Kabupaten Sukabumi ditolak yang artinya mengesahkan keputusan Hakim yang sebelumnya.

"Sejak Putusan MK 14 Nopember 2017, yang isinya PK Pemda kab. Sukabumi itu ditolak, dalam arti mengesahkan putusan hakim yang sebelumnya. Termasuk komisi informasi, penggalian legalisasi negara diantaranya itu isi putusan pengadilan," jelas Endah.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Tidak Hanya Cek Kelaikan Kendaraan, Sopir Angkutan Sukabumi di Test Urine


TatarSukabumi.ID - Anggota Gabungan Sat Lantas Polres Sukabumi, Sat Narkoba Polres Sukabumi, Dokpol Polres Sukabumi, BNN Kabupaten Sukabumi, Dishub Kabupaten Sukabumi dan Jasa Raharja Kabupaten Sukabumi menggelar Pengecekan Kondisi Kelaikan Kendaraan dan Tes Urine Pengemudi Angkutan Umum Jelang Ops Ketupat Lodaya 2018.

Operasi dilaksanakan pagi ini di Terminal Cibadak, Jalan Raya Suryakencana Kelurahan / Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, Kamis [24/5/2018].

BACA JUGA : Kerap Dilanda Macet Sepanjang Cidahu - Cicurug, Pemdes Mekarsari Usulkan PT Aqua Buat Jalan Sendiri

Dishub Kabupaten Sukabumi dan Sat Lantas Polres Sukabumi melakukan pengecekan dan kelaikan kendaraan Angkutan Umum dalam kota maupun luar kota sementara pengecekan kesehatan pengemudi maupun awak angkutan dilakukan oleh Dokpol Polres Sukabumi.

Sementara itu, setidaknya 30 Pengemudi dan Awak angkutan dilakukan test urine oleh BNNK Sukabumi dan Sat Narkoba Polres Sukabumi.

BACA JUGA : Jelang Musim Mudik, Jalan Alternatif Sukabumi - Bogor Masih Rusak dan Tidak Ada PJU

Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial, S.IP.MH kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Hasil kegiatan riksa kesehatan dan tes urine terhadap pengemudi dan awak angkutan tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan Narkoba maupun zat adiktif lainnya," ungkap Deni Yus Danial.

Upaya ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan menciptakan kenyamanan bagi penumpang maupun pengguna jalan lain, serta menekan jumlah kecelakaan lalu lintas jelang hari raya Idul fitri 1439 H.(*)

Reporter : Rapik Utama/Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

Rabu, 23 Mei 2018

Jelang Musim Mudik, Jalan Alternatif Sukabumi - Bogor Masih Rusak dan Tidak Ada PJU


TatarSukabumi.ID - Kondisi jalan alternatif Bogor - Sukabumi yang kerap dipakai pengendara untuk menghindari kemacetan yang terletak di Kampung Tenjoayu RT 04/ RW 01 Desa Tenjoayu Kecamatan Cicurug mengalami kerusakan dibeberapa titik, terutama di jalur berbelok hingga kerap terjadi kecelakaan.

Menurut warga, kondisi jalan rusak telah berlangsung cukup lama, padahal akses jalan ini merupakan jalan alternatif yang cukup vital, sementara itu Kepala Desa Tenjoayu, Asnawi berharap segera dilakukan perbaikan mengingat sebentar lagi menghadapi Lebaran Idul Fitri, akses jalan kerap dipakai para pemudik dan wisatawan dimusim liburan Hari Raya.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Selain kondisi jalan mengalami kerusakan dibeberapa bagian, akses lampu penerangan di jalan raya Alternatif Sukabumi Tenjoayu tepat di Kampung Sikup RT 04/03 Desa Nangerang, dengan radius hampir 2 kilometer belum terpasang lampu Penerangan Jalan Umun (PJU).

Seperti diungkap Ade Miftahudin selaku Kaur Perencanaan Desa Nangerang Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, pihak Pemerintah Desa berharap direalisasikannnya pemasangan lampu PJU, karena telah diusulkan pada Musrembang tahun 2017 dan 2018.

BACA JUGA : Truk Pembawa Semen Coran Terbalik Timpa Rumah Warga di Sukabumi

Ade Miftahudin yang mengaku 5 tahun terakhir bekerja di Desa Nangerang hingga saat ini belum menikmati PJU diwilayahnya.

Dengan kondisi jalan rusak dan tidak ada penerangan jalan, dikhawatirkan rawan tindak kejahatan serta kenakalan remaja yang terjadi dilokasi jalan gelap.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

611 TPS Khusus Kaum Disabilitas Sukabumi dalam Pilkada 2018


TatarSukabumi.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat bagi penyandang disabilitas yang dilangsungkan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu [23/5/2018].

Acara juga diisi dengan kegiatan simulasi pencoblosan  bagi kaum disabilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diwakili oleh 50 penyandang disabilitas dari 47 Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi terdiri dari Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia), ITNI (Ikatan Tuna Netra Indonesia), APDL (Aliansi Penyandang dan Disabilitas Lansia).

BACA JUGA : Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi Dede Haryadi.S,Pd mengungkapkan," Sosialisasi Pilgub Jabar kali ini adalah kewajiban secara teknis ada di KPU, paling tidak mudah-mudahan 27 Juni untuk kawan-kawan disabilitas bahwasanya sangat penting untuk bisa hadir menggunakan hak konstitusinya," ujar Dede Haryadi dalam sambutannya Rabu [23/5/2018].

Data pemutakhiran coklit yang diterima TatarSukabumi.ID, jumlah pemilih tetap penyandang disabilitas dari Tuna Daksa sebanyak 800, Tuna Netra 611, Tuna Rungu 621, Tuna Grahita 269 dan Disabilitas lainnya 661 dengan total keseluruhan sebanyak 2962 orang, "untuk membantu proses pelaksanaan, KPU sudah persiapkan 611 TPS  se-kabupaten Sukabumi bagi pemilih penyandang disabilitas," jelas Dede.

Nantinya disetiap TPS penyandang disabilitas akan disiapkan pendamping khusus untuk membantu penyandang disabilitas menentukan hak pilihnya di Pilkada 2018.

BACA JUGA : Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi

Turut hadir menjadi pembicara, Ketua TP-PKK/ Istri Bupati Kabupaten Sukabumi Hj.Yani Jatnika Marwan membeberkan ,"Tentunya bersyukur dibulan penuh berkah kita semua bisa bersilaturahmi, semoga kegiatan KPU ini bisa bermanfaat memberikan edukasi informasi tentang bagaimana secara teknis dalam melaksanakan pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa barat 2018," ujar Yani Jatnika Marwan.

"Teman-teman disabilitas tidak perlu khawatir, semuanya sama bahwa kami tidak memilah-milih seluruhnya adalah warga Sukabumi, harus kita jamin bahwa teman-teman disabilitas dalam gunakan demokrasinya dan kegiatan ini untuk tidak mengarahkan kepada salahsatu Paslon," tambah ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi.

Salah satu penyandang disabilitas yang hadir melaksanakan simulasi yakni Enceng (35) warga Cigunung Kecamatan Cisaat yang kesehariannya berjualan es potong keliling yang dilingkarkan kebadan.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Kerap Dilanda Macet Sepanjang Cidahu - Cicurug, Pemdes Mekarsari Usulkan PT Aqua Buat Jalan Sendiri


TatarSukabumi.ID - Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi sempat dipanggil perusahaan PT Aqua Golden Mississippi (PT. AGM), beberapa saat lalu.

Dalam pertemuan dengan Pihak Perusahaan, Kepala Desa Mekarsari mengusulkan beberapa usulan sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan yang kerap melanda akses jalan utama Cidahu - Cicurug.

BACA JUGA : Diberi Waktu 30 Hari Oleh DPRD Sukabumi, PT Aqua Golden Missisippi Angkat Bicara

Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar berharap agar pihak perusahaan membuat jalan sendiri dari PT Tirta Investama (TIV) Babakan Pari langsung terhubung ke PT. AGM untuk mengurangi arus kemacetan disepanjang Jalan Raya Protokol Cidahu - Cicurug.


Iwan Bakar berharap kendaraan pengangkut air mineral sebaiknya tidak  melintasi Jalan Raya Cidahu karena dinilai mengganggu aktifitas masyarakat serta pengguna jalan lain.

BACA JUGA : DPRD, Sat Pol PP, DPMPTSP Datangi PT Aqua Golden Mississippi Sukabumi, Bahas Masalah Ini

Kades menilai selama ini kedua Perusahaan mengakses keluar masuk barang selama 24 jam membuat masyarakat sekitar merasa kurang nyaman, "alangkah baiknya perusahaan besar ini membuat jalan tembus," ujar Iwan Bakar saat ditemui di Kantor Desa Mekarsari, Rabu [23/5/2018].

"Sekarang inikan bisa dipantau bahwa truk - truk besar banyak terparkir dijalan raya Nasional yang banyak mengganggu masyarakat yang akan beraktifitas, alangkah baiknya perusahaan sebesar PT Aqua membuat jalan didalam lingkungan pabrik sehingga nantinya tidak melintasi jalan raya Cidahu," jelas Kades Mekarsari.

Iwan bakar menambahkan Jika jalan dari pertigaan Cidahu hingga PT. TIV dibangun oleh perusahaan setempat bukan dari anggaran pemerintah Kabupaten Sukabumi.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi 

Macet di Parungkuda, Gegara Truk Pembawa Rastra Anjlok


TatarSukabumi.ID - Truk pengangkut beras sejahtera (Rastra) bernopol B 9651 P terperosok kedalam selokan Jalan Raya Siliwangi Parungkuda tepat di Desa Parungkuda - Sukabumi, sekira pukul 11.00 WIB siang ini, Rabu [23/5/2018].

Roda belakang sebelah kiri truk terperosok setelah sebelumnya truk menurunkan beras sejahtera (Rastra) bagi warga Desa Parungkuda, rencananya truk masih harus mengantarkan Rastra bagi Desa lain di Kecamatan Parungkuda.


BACA JUGA : Truk Pembawa Semen Coran Terbalik Timpa Rumah Warga di Sukabumi

Deni Bagian TKSK Kecamatan Parungkuda kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Rastra yang diangkut ini untuk wilayah desa lain, karena truknya terperosok, kita terpaksa menunggu hingga selesai truk kembali jalan," ungkap Deni Rabu [23/05/2018].

Sementara itu, arus lalu lintas sepanjang jalan nasional Parungkuda terpantau padat merayap hingga beberapa KM,  salah saru penyebabnya karena kepala truk yabg terperosok memakan badan jalan.

Hingga berita ini ditayangkan, pengemudi dan montir berusaha melakukan evakuasi kendaraan agar tidak menyebabkan kemacetan panjang.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

Pemda Kabupaten Sukabumi Seolah Abaikan Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait PT SCG


TatarSukabumi.ID - Warga Masyarakat menempuh jalur hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK) Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi terkait PT Semen Jawa SCG.

22 perwakilan Warga menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan Jajaran Direksi PT. Siam Cement Group, Selasa [22/5/2018].

BACA JUGA : Kerap Macet di Depan PT SCG Sukabumi, Perusahaan Siap Bongkar Pembatas Jalan

Warga merasa tidak puas oleh Pemda Sukabumi yang seolah-olah mengabaikan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait permasalahan Perusahaan Semen asal Thailand PT SCG, seperti diungkap Endang warga Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.


Menurut Endang warga telah menang hingga ke Mahkamah Konstitusi, keputusan MK yang dikeluarkan pada 14 Nopember 2017 silam menyebutkan jika PK (Peninjauan Kembali) Pemda Kabupaten Sukabumi ditolak yang artinya mengesahkan keputusan Hakim yang sebelumnya.

BACA JUGA : Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi

Saat ditemui TatarSukabumi.ID, Direktur PT SCG, Drs Adistia, SH, MH mengungkapkan, "Saya menghormati dari putusan pengadilan bagaimanapun hasil pengadilan apalagi sampe MK (Mahkamah Konstitusi)," ujar Adistia, Selasa [22/5/2018].

Pihak Perusahaan PT SCG mengaku belum mengetahui keputusan MK yang dikeluarkan pada 14 Nopember 2017, "Jadi putusannya apa saya belum tahu sampai hari ini, tapi saya menghormati," ujar Direktur PT SCG.

Direktur PT SCG menyerahkan permasalahan ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, "Kalo saya baca tadi sekilas yang digugat adalah Pemda, maka warga harus berhak dong mendapatkan putusan dari pemda apa, nah saya sudah memberitahu kepada Pemda ya silahkan kalo pemda mau menyampaikan apa," jelas Adistia.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Selasa, 22 Mei 2018

Mediasi, Buntut Sweeping Ormas Kepada Perusahaan di Parungkuda - Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Pertemuan antara Pihak Perusahaan yang diwakili Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Sukabumi, Disnakertrans, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, bersama Muspika Kecamatan Parungkuda dengan Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI) digelar di Aula Kecamatan Parungkuda, Jalan Raya Siliwangi, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, Selasa [22/5/2018].

Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menciptakan ketenangan selama bulan Ramadan di wilayah Kecamatan Parungkuda yang sempat terjadi gesekan antara perusahaan dan Ormas.

Gesekan sempat terjadi dengan adanya sweeping dari Ormas dengan tujuan mengontrol SK Bupati terkait jam masuk dan keluar kerja Karyawan di Kecamatan Parungkuda.

BACA JUGA : Akhirnya, 2 Bulan Gaji Karyawan PT Sentosa Cicurug Akan Dibayar

"Semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketenangan di Bulan Ramadhan dan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum baik itu sweeping dengan kekerasan atau pengrusakan dan lain sebagainya kita akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ungkap AKBP Nasriadi, Selasa [22/5/2018].

Dalam pertemuan ini Kapolres meminta semua pihak agar bisa cooling down serta melakukan perdamaian dalam upaya menghargai bulan Suci Ramadhan, "Kita harap agar pihak perusahaan juga mentaati, menghormati karena mayoritas pekerja disini Islam, hormati hak-hak mereka didalam bulan Ramadhan," ungkap Nasriadi.


Kapolres meminta seluruh Ormas maupun LSM harus memahai Perusahaan yang saat ini sedang meningkatkan produktivitas untuk memenuhi pembayaran gaji dan THR serta upah selama libur Karyawan, "Ini bukan merupakan hal yang besar dan kami tidak membesar-besarkan masalah ini. Dari pihak perusahaan juga harus saling mengerti dan memaafkan, tapi penegakan hukum itu ada dua sampai dengan penindakan ada juga diluar peradilan yaitu adanya perdamaian, Kita saat ini masih menunggu dari pihak perusahaan dan mengumpulkan barang bukti," beber Kapolres Sukabumi.

BACA JUGA : Jalan Rusak di Sukabumi Bukan Hanya Salah PU Bina Marga, Ini Penjelasannya

Sekdisnakertrans Kabupaten Sukabumi Lina Evelin berharap dengan pertemuan ini mendapatkan jalan terbaik serta solusi bersama, "Aktifitas investasi di Sukabumi harus dijaga semua pihak, karena masyarakat sukabumi mayoritas pekerja dan ini bisa menambah sumber kesejahteraan masyarakat Sukabumi. Kita sangat mengharapkan kesejahteraan bisa diberikan oleh pihak perusahaan, karena berkat para pekerja perusahaan bisa maju, kita harapkan semua sumber daya bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya," tutur Lina.

Sementara itu Ustadz Lucki, Perwakilan FPI Kecamatan Parungkuda memohon maaf atas gesekan yang sempat terjadi hari senin (21/5) kemarin, "semua karena kelalaian saya yang tidak bisa mengkoordinir anggota saya," ujar Ustadz Lucki.

Ketua forum HRD Kabupaten Sukabumi,  Herman mengaku kecewa atas kejadian yang sempat terjadi, padahal dirinya mengaku selalu mendukung setiap kegiatan Ormas, "Dan supaya tidak adalagi kejadian serupa, saya meminta upaya proses hukum tetap dilanjutkan, dengan harapan bisa memberi efek jera kepada oknum pelaku," ungkapnya.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi