Berita Terkini Sukabumi

Minggu, 15 Juli 2018

Mandala Cup U-11 Sukabumi, Ajang Seleksi Danone Cup Indonesia

TatarSukabumi.ID - Turnamen Sepak Bola antar SSB (Sekolah Sepak Bola) usia 11 tahun digelar di Lapang Pajajaran Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

Turnamen Mandala Cup diikuti 20 tim kesebelasan yang berasal dari 3 Kecamatan yakni Cibadak, Nagrak dan Kecamatan Cikidang, Minggu [15/7/2018].

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Turnamen diselenggarakan sebagai salah satu agenda kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-73.

Turnamen Sepak bola Mandala Cup U-11 terselenggara atas kerja sama Pemdes Karang Tengah, tokoh pemuda serta SSB se-Kcamatan Cibadak.

Nantinya, Juara dan Pemain Terbaik dalam Turnamen Mandala Cup akan masuk seleksi untuk mengikuti ajang bergengsi Danone Cup Tingkat Nasional.

BACA JUGA : Musim Kemarau, Warga Cibadak Sulit Dapatkan Air Bersih

Selain menjadi Pengamanan di Stadion Pajajaran Cibadak, Jajaran Kepolisian Polsek Cibadak dan Bhabinkamtibmas Desa Karang tengah nampak ikut antusias untuk mensukseskan Mandala Cup.

Dalam arahannya Bhabinkamtibmas Desa Karang Tengah Brigadir Sandi Praja memberikan arahan terhadap seluruh kesebelasan yang akan bertanding untuk menjunjung sportivitas selama pertandingan.

"Atas intruksi Kapolsek Cibadak, diharapkan seluruh pemain dan Suporter untuk menjaga sportivitas dan menjaga keamanan dan kondusifitas selama turnamen berlangsung," ujar Sandi Praja,  Minggu [15/7/2018].

"Semoga dengan kompetisi ini akan timbul pemain terbaik dari Sukabumi yang bisa berkiprah ditingkat Nasional bahkan Dunia," harap Sandi Praja.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Sukabumi Terancam Sulit Air Bersih, Warga Cibadak Antri Demi Dapatkan Air

TatarSukabumi.ID - Antrian panjang warga membawa ember, jerigen air, hingga galon air dilokasi sumber air yand berada di sekitar perbukitan Ciamblas, Kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Setidaknya, warga 2 Kampung Cikiwul dan Bantarmuncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, dalam 3 Bulan terakhir kesulitan mendapat air bersih.

BACA JUGA : Musim Kemarau, Warga Cibadak Sulit Dapatkan Air Bersih

Kondisi kekeringan terjadi selama tiga bulan terakhir, diduga akibat resapan air dari saluran irigasi terhambat akibat saluran irigasi mengalami kerusakan.

Sudah sejak lama saluran irigasi diperbaiki namun menurut pengakuan beberapa warga, perbaikan irigasi belum kunjung selesai hingga hal ini diduga mengakibatkan sumur mereka kering, terlebih ditambah hujan yang tidak kunjung turun akibat kemarau.

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus rela mengambil air disalah satu sumber air yang jaraknya sekitar setengah kilometer dari permukiman terdekat.

Antrean panjang di sumber mata air kerap terjadi sejak pagi hingga malam menjelang.

Masyarakat menampung dan membawa air dengan peralatan seadanya, seperti ember dan galon untuk keperluan sehari-hari,  "Musim kekeringan baru terjadi tahun ini. Selokan air ke kampung kami rusak jadi kering. Sumur airnya dari resapan air selokan kering. Sudah ada hampir tiga bulan sehabis bulan puasa lalu," aku Pepen (45) warga Cikiwul kepada TatarSukabumi.ID, Minggu [15/7/2018].

Sementara itu Miskah (57) ketua RT berharap saluran irigasi segera diperbaiki agar air dapat mengalir ke kampungnya,
"Saking sulitnya air, mandi saja paling dua hari sekali. Apalagi Saya tidak punya kendaraan, jadi terpaksa jalan kaki hanya untuk seember air. Jangankan untuk mencuci dan mandi, buat kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan wudhu saja susah," ujar Miskah.(*)

Reporter : isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Diduga Akibat Cemburu dan Sakit Hati, Pria di Cikembar ditikam Belati

TatarSukabumi.ID - Beberapa pemuda tiba tiba membabi buta hingga diduga melakukan penganiayaan di Kampung Sampora  RT 004/ RW 007 Desa  Bojongraharja  Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam [14/7/2018].

Informasi yang berhasil dihimpun TatarSukabumi.ID dari Humas Polres Sukabumi AKP Sunarto kejadian ini dipicu oleh rasa cemburu serta sakit hati Pelaku dan teman temannya.

BACA JUGA : 3 Pelaku Penusukan Warga Cikembar Sukabumi Buron

Berikut kronologi kejadian hingga mengakibatkan Usep dilarikan ke RSUD R Syamsudin akibat tusukan belati ditubuhnya.

Berawal sekira pukul 22.00 WIB, seorang wanita bernama Febi dibonceng Reza ke rumah Asep di bilangan Sampora Cikembar.

Tiba tiba datang Don yang mengaku pacarnya Febi, diduga cemburu, akhirnya Don bertengkar dengan Febi.

BACA JUGA : Musim Kemarau, Warga Cibadak Sulit Dapatkan Air Bersih

Setelah sempat cekcok dengan Febi, Don pergi meninggalkan rumah Asep, selang beberapa lama, Don kembali datang, kali ini kedatangannya ditemani Nas (18) yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir diwilayah Sampora.

Adu mulut kembali terjadi hingga  pemilik rumah keluar, Iis menegur hingga menampar Nas karena telah membuat gaduh didepan rumahnya.

Nas dan kawan kawan sempat berlalu, namun selang beberapa lama kembali dan langsung melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau belati hingga mengakibatkan Usep mengalami beberapa tikaman dibagian tubuhnya.

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Atas kejadian tersebut Febi melaporkan Pelaku ke Polsek Cikembar.

Selanjutnya Anggota Polsek Cikembar melakukan pemeriksaaan terhadap para  saksi dan korban untuk menindak lanjuti proses penyidikan terhadap Pelaku.

Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 351 KUHP. (*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Toko Perlengkapan Sekolah di Cibadak Diserbu Masyarakat

TatarSukabumi.ID - Masa libur panjang Sekolah telah berakhir, Warga Sukabumi padati toko buku, serta toko perlengkapan Sekolah, Minggu [15/7/2018].

Jelang tahun ajaran baru 2018 - 2019 yang akan mulai bergulir Senin besok, toko pakaian seragam sekolah diserbu warga.

BACA JUGA : Musim Kemarau, Warga Cibadak Sulit Dapatkan Air Bersih

Pantauan TatarSukabumi.ID, sepanjang pusat pertokoan Jalan Raya Suryakencana - Cibadak, Masyarakat padati toko perlengkapan Sekolah, alat tulis, seragam, tas hingga toko sepatu laris diserbu Masyarakat.

Ibu Lukuk (48) warga Kampung Pojok Cibadak mengaku mengantar anaknya yang saat ini duduk dikelas 1 SMK, "beli seragam karena hari senin mukai masuk sekolah," ujar Luluk.

Roni (40) warga Bantar Muncang mengaku harus membeli seragam baru  padahal anaknya baru menginjak kelas 5 SD, "Sudah tradisi meski yang lama masih bisa dipakai tapi anaknya minta yang baru," ujar Roni.

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Sementara itu, Yuli (42) pemilik toko Satria yang menyediakan pakaian seragam dan perlengkapan Sekolah, mengaku barang dagangannya ludes terjual, "Seragam SD hingga SMA stok hari ini hampir habis, sebelumnya kebutuhan alat alat dan seragam seperti baju pramuka dan perangkatnya Alhamdulillah habi," ungkap Yuli pemilik toko di bilangan Cibadak

Yuli yang telah puluhan tahun berjualan perlengkapan sekolah mengaku jika jelang tahun ajaran baru dipastikan tokonya diserbu konsumen terlebih pembeli yang telah menjadi langganan.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Musim Kemarau, Warga Cibadak Sulit Dapatkan Air Bersih

TatarSukabumi.ID - Musim Kemarau mengakibatkan kekeringan dirasakan warga dibeberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Diantaranya dirasakan Masyarakat Desa Sekarwangi, dalam kurun 3 Bulan terakhir warga terpaksa rela antri untuk mendapat pasokan air bersih.

BACA JUGA : Jelang Musim Kemarau Petani Gundah, Situ Sukamekar Sukaraja Perlu Pengerukan dan Pendalaman

Salah satunya dialami Miskah (57) Warga Kampung Cikiwul Tonggoh selama tiga bulan terakhir harus mengambil air bersih untuk mandi dan mencuci, Minggu [15/7/2018].

Masyarakat terpaksa antri mengambil air dikawasan Ciamblas Kampung Cikiwul RT 01 RW 01 Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak.

Meski memiliki sumur, namun Miskah mengaku saat ini sumur kering tidak bisa diambil airnya.

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Pepen (45) ketua RT 01 Cikiwul  Desa Sekarwangi membenarkan jika warga Kampung Cikiwul dan Kampung Bantarmuncang rela antri sejak Shubuh hingga malam untuk mendapat air bersih bagi keperluan sehari hari.

"Semoga ada solusi agar masalah kekeringan dapat diatasi, kasian warga harus rela antri untuk dapatkan air bersih," ungkap Pepen.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Pelepasan Tukik Pantai Pangumbahan Ujung Genteng Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Keindahan alam Sukabumi seolah magnet menarik wisatawan Domestik hingga Mancanegara.

Hal ini dibuktikan dengan banjirnya wisatawan setiap akhir pekan (Weekend) padati beberapa destinasi wisata di Sukabumi.

Satu diantaranya Pantai dengan pasir putih dan keindahan pemandangannya Pantai Cibuaya yang berada di Kawasan Ujung Genteng Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA : Spot Wisata Suguhkan  Keindahan Alam Hingga Satwa Liar Endemik di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Sukabumi

Musim libur panjang Sekolah telah berakhir, Senin besok merupakan hari pertama masuk Sekolah, namun Pengunjung Pantai Cibuaya dan Pantai Pangumbahan Pusat Penangkaran Penyu, masih terpantau dipadati Pengunjung, Minggu [15/7/2018].

Azam, Tour Guide (Pemandu Wisata) kawasan Wisata Ujung Genteng kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Mulai hari Jumat Pantai Ujung Genteng khususnya Pantai Cibuaya serta Pangumbahan dipadati pengunjung, " Minggu [15/7/2018].

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga Bus Pariwisata penuhi area parkir, "Tujuan wisatawan mengunjungi beberapa spot wisata mulai Pantai Ujung Genteng, Pantai Cibuaya, serta Pantai Pangumbahan dengan objek penangkaran Penyu'nya," ujar Azam.

Wisatawan cukup antusias melihat pusat penangkaran Penyu Hijau dan momen pelepasan Tukik (Anak Penyu) mungil ke laut menjelang matahari tenggelam.

"Wisatawan mulai pukul 16.00 WIB sudah pada kumpul di Pantai Pangumbahan untuk melihat pelepasan Tukik, mereka sangat antusias sekali menunggu senja saat pelepasan Tukik" pungkas Azam.(*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

3 Pelaku Penusukan Warga Cikembar Sukabumi Buron

Tatarukabumi.ID - Tiga remaja tanpa sebab diduga tiba tiba membabi buta dan melakukan tindakan penganiayaan dengan senjata tajam hingga melukai seorang Korban, Sabtu malam [14/7/2018].

Korban merupakan Usep yang tinggal sekampung dengan Pelaku di Kampung Sampora RT 02 RW 07, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Akibat peristiwa tersebut, korban kritis dengan lima luka tusukan pada bagian dada dan perut hingga dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD R Syamsuddin Sukabumi.

Sahabat korban, Dados saat dikonfirmasi TatarSukabumi.ID menjelaskan,"ketiga pelaku tiba-tiba mendatangi rumah korban, tanpa ada cekcok terlebih dahulu pelaku langsung membabi buta, hingga terjadi kekerasan fisik, korban sempat berteriak dihujani tusukan oleh pelaku yang memang membawa pisau. Usai menusuk korban, pelaku melarikan diri," beber Dados mengungkapkan kronologi penusukan Korban, Sabtu (14/7/2018).

BACA JUGA : Residivis Berulah, Ditangkap Karena Larikan Motor di Sukabumi

Hingga berita ini ditayangkan ke-tiga Pelaku masih buron, belum diketahui secara pasti motif pelaku melakukan tindakan kekerasan dan melukai Korban.

Keluarga telah melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian Sektor Cikembar, "Saya belum tahu permaslahannya, karena Korban masih dalam keadaan kritis. Keluarga korban sudah melaporkan kepada Petugas, identitas pelaku juga sudah diketahui," tandasnya.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Sabtu, 14 Juli 2018

Listrik Mati Dibeberapa Wilayah di Sukabumi, Ternyata Ini Sebabnya

TatarSukabumi.ID - Selama kurang lebih dua jam beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi mengalami gelap gulita.

Pasalnya, beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik, beberapa diantaranya Desa Cidadap, Kertajaya, Waluran, Jampang Kulon hingga Kalibunder  sejak Pukul 18.30 hingga 20.30 WIB, Jumat malam (13/07/2018).

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Beberapa Netizen menuliskan keluhannya di jejaring sosial dan mempertanyakan matinya listrik sementara kondisi cuaca cerah tidak ada hujan. Bahkan beragam komentar miring mencuat mempertanyakan kinerja PLN.

Padahal inilah faktanya, dari pantauan TatarSukabumi.ID, terputusnya aliran listrik selama 2 jam diakibatkan putusnya jaringan kabel yang berada di Gunung Buled, Desa Loji akibat tertimpa pohon tumbang.

BACA JUGA : Terkuak, 7 Fakta Nining Korban Tenggelam di Palabuhanratu 1,5 Tahun Yang Ditemukan Dalam Keadaan Hidup

Saat dikonfirmasi, petugas jaga PLN Unit Palabuhanratu cabang Kiaradua membenarkan hal tersebut, "Mohon ma'af atas ketidak nyamanan buat semua pelanggan, dikerenakan cuaca angin yang cukup kencang, membuat jaringan listrik yang berada di Gunung Buled tertimpa pohon, dan mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke pelanggan," ujar Usep Petugas Posko Kiaradua, Jumat malam (13/07/2018).

"Kebetulan indikasi gangguan diketemukan oleh petugas dari Palabuhanratu, dan langsung kami tindak lanjuti walau cuaca gelap serta angin yang cukup kencang, kami bergerak demi kenyamanan semua pelanggan," jelas Usep.

"untuk titik yang terganggu mulai dari Cidadap, Kertajaya, Waluran, Jampang kulon dan Kalibunder dan untuk saat ini Alhamdulillah tegangan sudah normal keseluruhan," pungkasnya.(*)

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

TatarSukabumi.ID - Ular Sanca sepanjang 4 meter yang sempat meresahkan, akhirnya berhasil ditangkap di kandang ayam milik warga Kampung Leuwi Waluh RT 02/07, Kadusunan Leuwi Waluh 2, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Sabtu [14/7/2018].

Proses penangkapan hewan melata ini cukup dramatis, Warga sempat mengalami kesulitan, lantaran ular sanca melilitkan tubuhnya pada bagian atap kandang dan beberapa kali menyerang hingga sempat melilit tangan warga yang mencoba mendekat.

BACA JUGA : Spot Wisata Suguhkan  Keindahan Alam Hingga Satwa Liar Endemik di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Sukabumi

Warga sempat kesulitan melepas lilitan ular namun akhirnya Ular Sanca berhasil dilumpuhkan.

Kepada TatarSukabumi.ID Nandar salah satu warga, menuturkan, "Awalnya warga curiga dengan suara ayam yang menandakan ketakuatan, setelah dipastikan kedalam kandang ternyata benar ada ular sanca kira kira 4 meteran," tutur Nandar, Sabtu [14/7/2018].

Warga beramai ramai berusaha menangkap dengan tidak melukai ular, "dengan menggunakan karung akhirnya ular bisa dilumpuhkan," pungkasnya.

BACA JUGA : Hindari Tabrakan Beruntun dan Kereta Api Pangrango, Tronton Pasir Hantam Rumah Warga di Sukabumi

Ular Sanca berasal dari hutan wilayah setempat yang diduga masuk kepemukiman warga karena kelaparan setelah habitatnya tergerus oleh galian pasir di kawasan Legok Muncang.

Rencananya ular sanca yang berhasil ditangkap akan diserahkan ke BKSDA Sukabumi.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Apindo Berkolaborasi dengan Pemda Sukabumi Bahas Ketenagakerjaan

TatarSukabumi.ID - Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Sukabumi menggelar acara sosialisasi pengupahan, perijinan dengan sertifikasi, program BPJS ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan, Kamis lalu di Hotel Augusta - Sukabumi.

Ketua Apindo Kabupaten Sukabumi Ning Wahyu usai acara mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan yang terbaik kepada pengusaha dalam mempermudah jalannya usaha di Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Sekda Sukabumi Minta Perusahaan Patuhi dan Daftarkan Karyawan Kedalam Program BPJS Ketenagakerjaan

"Itulah kenapa kita melakukan sosialisasi dengan kerjasama dengan pihak ketiga, setelah acara ini maka Apindo akan melakukan kajian lebih dalam dan komunikasi lebih intens untuk melakukan kajian lebih dalam dengan unsur Pemerintah serta para penyelenggara jasa agar lancar berkolaborasi," ujar Ning, Kamis [12/7/2018].

Ning berharap, kegiatan ini memberikan manfaat kepada Pihak Perusahaan, "Bila ada rekan Perusahaan miliki kesulitan boleh menghubungi teman-teman pengurus Apindo"ujar Ning.

BACA JUGA : Idrus Marham Beri Status Desa Sejahtera Mandiri Kepada Desa Gedepangrango Sukabumi

Beberapa topik yang dibahas dalam acara ini diantaranya tentang sertifikasi laik fungsi bangunan (SLF), sertifikasi laik operasi (SLO), Izin operasi (IO), Sertifikasi peralatan dan K3 dan Program BPJS ketenagakerjaan bagi Perusahaan Swasta dan program BPJS kesehatan bagi Perusahaan Swasta.

Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi  Ade Mulyadi dan 120 peserta terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, TNI/Polri, perwakilan Pengusaha, Kadin, dan Serikat Pekerja.

Saat dikonfirmasi seputar pengupahan, Ade mengungkapkan, "Yang penting terkait pengupahan harus dipatuhi sesuai aturan PP 78. Jadi kami selaku pemerintah akan melakukan upaya-upaya untuk preventif dalam kajian penetapan pengupahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat," ujar Ade Mulyadi.(*)

Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi