Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Minggu, 19 November 2017

Jembatan Kemang Yang Kerap Dilalui Truk Berkapasitas Berat, Akhirnya Dibangun

TatarSukabumi.ID - Jembatan penghubung antara Kampung Kemang dengan kampung Cicantayan, Desa Cicantayan sedang dalam proses perbaikan.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, Senin (20/11/2017) kondisi jembatan saat ini memang terlihat cukup parah dan dapat dikatakan tak layak lagi untuk dilintasi kendaraan dengan tonase berat.

BACA JUGA : SADIS!!! Ini Hasil Autopsi Korban Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Dari pengakuan warga, jembatan penghubung Desa ini kerap dilintasi armada bermuatan berat, kendaraan pembawa BBM, Tronton Dan Colt Diesel yang bermuatan lebih dari kapasitas maksimum kerap melintasi jembatan ini.

Sementara warga mengaku jalan tersebut satu satunya akses penunjang ekonomi Masyarakat sekitar yang bergantung pada usaha tanah liat, "ini jelas sangat menguntungkan kami sebagai warga khususnya pengangkut bahan baku dan barang jadi Bata Merah," ujar Beben salah seorang warga sekitar.

BACA JUGA : Penuh Haru, Prosesi Pemakaman Korban Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Masyarakat berharap, pekerjaan jembatan ini dilaksanakan secara maksimal, "Jangan sampai dijadikan proyek asal asalan, soalnya akses jembatan ini merupakan pendukung ekonomi Masyarakat sekitar," jelas Beben.

Kami akan memantau jika pekerjaanya asal asalan, jangan sampai diakalin lah, pokoknya kita ingin yang terbaik," pungkasnya. (*)

Reporter : Dasep Maulana

Penuh Haru, Prosesi Pemakaman Korban Tawuran Pelajar Di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Telah meninggal dunia Reyhan Jamal Akram (18) warga Gang Swadaya Kampung Baru Cibolang RT 29 / RW 07 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi - Jabar.

Jasad Siswa SMK Lodaya - Cibadak yang Jumat lalu menjadi korban tawuran pelajar ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ahlul Khoer Kecamatan Cisaat.

BACA JUGA : Seorang Siswa Tewas Dalam Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Jenazah diberangkatkan dari RSUD R. Syamsoedin, SH (Bunut) setelah dilakukan tindakan Autopsi sekira pukul 12.20 WIB menuju rumah duka, Prosesi shalat jenazah dilakukan di Masjid Jami Baitussalam.

Ratusan warga, kerabat, teman sekolah  serta jajaran Kepolisian Polresta Sukabumi turut menshalatkan dan mengantar jenazah hingga acara Pemakaman.

BACA JUGA : SADIS!!! Ini Hasil Autopsi Korban Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Penuh haru, prosesi pemakaman di TPU Ahlul Khoer yang dipimpin oleh Aceng Hilman, sebagai perwakilan pihak keluarga, H. ONEN menyampaikan pesan terakhir dari pihak keluarga yang ditinggalkan, bagi siapapun yang mengenal almarhum dimasa hidup, memaafkan apabila ada kesalahan, "Se
moga amal ibadah almarhum diterima dan dilapangkan kuburnya sebagai awal dari perjalanan almarhum menempuh keabadian menghadap Illahi," ungkap Onen.

BACA JUGA : Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

Onen menambahkan, sosok almarhum merupakan pelajaran, segala yang terjadi dan menimpa almarhum, "semua pihak mampu menahan diri dan tidak melakukan hal apapun serta menyerahkan segala upaya kepada pihak kepolisian. Dan kami sebagai keluarga korban, menuntut agar masalah ini bisa segera tuntas diselesaikan," papar wakil dari keluarga.(*)

Editor : Dian Syahputra Pasi

SADIS!!! Ini Hasil Autopsi Korban Tawuran Pelajar Di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Pelaksanaan autopsi korban tawuran antar pelajar SMK Lodaya Cibadak dengan siswa tehnika Cisaat dilakukan kemarin, Sabtu (18/11/2017) di RSUD R Syamsudin SH (Bunut) Sukabumi - Jawa Barat.

Aksi tawuran antar sekolah ini mengakibatkan tewasnya seorang Siswa SMK Lodaya - Cibadak Reyhan Jamal Akram (18) warga Jl. Cibolang Gg. Swadaya baru RT 29/ RW 07 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Seorang Siswa Tewas Dalam Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Korban penganiayaan pelajar SMK Lodaya Cibadak ini diduga dilakukan oleh siswa SMK Tehnika - Cisaat.

Tim Dokter RSUD R Syamsudin SH yang melakukan autopsi, Nurul Aida Fathya, dr, SP.F dibantu oleh Jafar, Atang, Sulaeman,Yopi, Dian dan Rahman.

BACA JUGA : 7 Fakta Unik Kopi Legenda Liong Bulan, Nomor 6 Gak Nyangka Banget

Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik, hasil autopsi menjelaskan, korban mengalami Luka sobek di paha / selangkangan sebelah kanan bagian dalam 2 luka, luka pada paha kiri bagian luar, luka pada tangan kiri, dan luka punggung kiri 1 sayatan.

Dokter menyimpulan, dugaan sementara korban kehabisan darah akibat luka sobek di paha / selangkangan sebelah kanan bagian dalam yang mengenai urat nadi.

BACA JUGA : Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

Untuk keterangan lengkap hasil Autopsi baru dapat diketahui hasilnya kurang lebih satu minggu kedepan.

Sekira pukul 11.30 wib, pelaksanaan Autopsi selesai, jenazah korban di bawa ke rumah duka di Jl. Cibolang Gg. Swadaya baru Rt. 29/07 Desa Cibatu Kec. Cisaat Kab. Sukabumi. (*)

Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

7 Fakta Unik Kopi Legenda Liong Bulan, Nomor 6 Gak Nyangka Banget

TatarSukabumi.ID - Sebagian warga Sukabumi - Bogor dan sekitarnya pasti mengenal Kopi Liong Bulan alias kopi cap Naga.

Kopi ini merakyat banget, dan diklaim jika kopi ini merupakan kopinya orang Sunda, berikut ini TatarSukabumi.ID mencoba menyajikan 7 fakta unik dari kopi yang satu ini ;

BACA JUGA : Seorang Siswa Tewas Dalam Tawuran Pelajar Di Sukabumi

1. Bungkus Sachet yang lain dari kopi sachetan masakini.
Bungkus kopi Liong Bulan unik, kalian pasti pernah melihat tampilan kopi ini yang terlihat aneh dan unik dibanding kopi masakini.

2.Gambarnya tidak menggambarkan kopi.
Gambar dalam kemasan kopi Liong Bulan tidak menggambarkan produk kopi sama sekali, dengan gambar Naga Terbang cukup aneh untuk menggambarkan sebungkus kopi.

BACA JUGA : Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

3. Kopi khas Jawa Barat.
Pabrik Kopi ini berada di Kota Bogor, dan beredar di toko toko mulai dari pinggiran Ibukota dan seputar Jawa Barat, banyak yang mengklaim jika kopi ini kopi orang sunda.

4. Diproduksi secara rumahan oleh warga keturunan Tionghoa.
Meski di klaim kopinya orang Sunda, sebenarnya kopi ini merupakan kopi yang diproduksi secara rumahan oleh pemilik pertama sejak perusahaan kopi ini didirikan yaitu warga Tionghoa.

BACA JUGA : Warga Cikole Diserang Membabibuta Di Jalan A Yani Sukabumi

5. Kabarnya kopi ini berdiri di jaman kemerdekaan.
Kabarnya kopi ini sudah ada sejak jaman kemerdekaan, artinya kopi ini merupakan kopi yang biasa diminum para pejuang kita tempo dulu, yang jelas, sejak kalian kecil pasti sudah pernah melihat kopi ini di warung - warung.

6. Identik dengan ritual berbau mistis.
Ada yang mengkaitkan Kopi ini dengan hal hal mistis, dibeberapa tempat di Sukabumi misalnya, Kopi ini kerap disajikan dalam acara ritual dalam sesajen oleh paranormal, di Cianjur Kopi ini kerap dijadikan kopi yang di suguhkan kepada karuhun pasca panen Padi di Cianjur, di pesisir pantai selatan, ritual persembahan kerap memakai kopi cap Naga ini.

BACA JUGA : Miris , 4350 Pelajar Terjangkit HIV Aids, Dan 21 Ribu Di Jawa Barat Pengidap HIV Aids Akibat Sex Sesama Jenis

7. Memiliki fans fanatik sendiri.
Tergerus usia dan termakan jaman, anak anak masa kini jarang yang mengenal kopi ini, hanya orang orang tertentu dan fanatik kopi saja yang mengenal sang legenda kopi Liong Bulan.

Itulah 7 fakta unik Kopi Liong Bulan yang melegenda di beberapa wilayah Jawa Barat hingga ke daerah pinggiran Ibu Kota.

Konon kabarnya Pabrik rumahan Kopi Liong Bulan yang melegenda ini telah tutup, hingga saat ini TatarSukabumi.ID masih mencoba mengklaripikasi kabar tutupnya Pabrik Kopi Liong Bulan.(*)

Penulis : Dian Syahputra Pasi
Foto : Facebook Awang Satyana

Sabtu, 18 November 2017

Sang Legenda, Kopi Liong Bulan Tutup Usia (1945 -2017)

TatarSukabumi.ID - Salah satu kopi khas Jawa Barat yang legendaris Liong Bulan dikabarkan tutup.

Para penggemar Kopi Sukabumi - Bogor dan sekitarnya pasti kenal yang namanya Kopi Liong Bulan, diangkat dari akun Facebook Awang Satyana, yang telah dilihat oleh ribuan pembaca, tentang kabar tutupnya Kopi Liong Bulan.

BACA JUGA : 7 Fakta Unik Kopi Legenda Liong Bulan, Nomor 6 Gak Nyangka Banget

Inilah tulisan Awang Satyana ;

Sebuah berita duka bagi saya dan bagi banyak orang Bogor, penggemar kopi Liong Bulan. Kopi legendaris ini tutup selamanya -tutup umur, setelah bertahan 72 tahun di kota Bogor.

Lahir pada tahun 1945, sekitar kemerdekaan Indonesia di dekat Pasar Anyar Bogor, di belakang bioskop President yang telah mati lebih dari 20 tahun yang lalu. Membuka toko di Jl. Pabaton di sebelah Pasar Anyar, ia di sana sampai tutup umur sepuluh hari lalu.

Sang empunya, usianya pun sudah lanjut, 60-an tahun nampak sering duduk saja merangkap sebagai kasir. Kadang-kadang saya ajak ngobrol soal kopi ini, tetapi tak responsif, wawancara pun tak terjadi. Dua perempuan muda bertugas menggiling biji kopi, menimbang kopi, melayani permintaan para pembeli yang banyak berdatangan.

Kopinya murah, Rp 12.500 per 1/4 kg. Maka masyarakat kelas bawah selalu ramai berdatangan dari pukul 09 sampai pukul 15 saat toko buka. Belakangan saya sering menemukan toko ini tutup dan ditempeli kertas: tutup, sakit. Dan toko sering libur berhari-hari. Hm..ada nampak ketidakgairahan berbisnis.

Dan akhirnya pada 8 November 2017, sepuluh hari yang lalu, saya menemukan tulisan di depan tokonya: MULAI HARI INI KOPI LIONG  BULAN TUTUP, UDAHAN.

Tak karuan rasanya ditinggalkan mendadak begini... Saya bertanya-tanya kepada para pedagang di sebelahnya, tak tahu informasinya juga. Ada yang bilang pensiun yang punyanya. Tetapi ini satu-satunya toko kopi Liong di Bogor. Adakah pabriknya? Tak ada, atau tak ada yang tahu (?). Siang  tadi, setelah sepuluh hari, tulisan itu tidak ada lagi tinggal sebuah toko tutup berkerangkeng besi.

Akhirnya saya menyimpulkan sendiri. Sang empunya sudah lanjut umurnya, tak bergairah lagi berbisnis, tak ada penerusnya, tak punya lagi kebun kopi atau biji-biji kopi untuk diolah-digiling. Juga tak berminat menjual bisnisnya, tak menyayangkan bahwa ini kopi legendaris buat masyarakat Bogor.

Bila kini kita masih melihat untaian sachet kopi Liong bergelantungan di warung-warung Bogor atau dijual di toko-toko lain, itu adalah stok lama.

---

Well, everything, including human, comes and goes in our life. Segala sesuatu ada waktunya di bawah Matahari. Datang dan pergi. Ada waktu untuk menyambut, ada waktu untuk melepas. Saya pun harus rela melepas kopi yang sering saya ceritakan ini.

Kopi Liong Bulan sudah dari kanak-kanak saya kenal. Saya akhirnya berkawan dengan Sang Naga saja setelah mencicipi banyak kopi Nusantara dari Aceh ke Papua, bahkan luar Indonesia dari Eropa, Timur Tengah sampai Amerika Selatan. 

Memilih kopi bagi saya bukan sekadar rasa, tetapi harus ada perjalanan bersama, dan nostalgia.

Kini Sang Naga telah terbang ke Bulan dan tak kembali lagi. Saya harus mencari penggantinya. Sebab ratusan publikasi saya itu di baliknya ada ribuan cangkir kopi, teman untuk berusaha terjaga.

Rest in peace the legend - Kopi Liong Bulan (1945-2017)

BACA JUGA : 7 Fakta Unik Kopi Legenda Liong Bulan, Nomor 6 Gak Nyangka Banget

Itulah tulisan akun Facebook Awang Satyana yang viral dan telah dibaca ribuan viewer.

Hingga berita ini diturunkan, Tatarsukabumi.ID masih menunggu klarifikasi dari pemilik perusahaan kopi Liong Bulan yang melegenda di Tataran Sunda tentang kabar tutupnya kopi cap Naga ini. (*)

Sumber : Facebook Awang Satyana
Editor : Dian Syahputra Pasi

DIALOG KEDAERAHAN DAN RAPAT KERJA DAERAH KAMMI SUKABUMI

TatarSukabumi.ID - Dialog Kedaerahan dan Rapat Kerja Daerah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Sukabumi  dilaksanakan hari Sabtu, 18 November 2017.

Acara ini dilaksanakan di gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi dan hadiri oleh Bupati Kabupaten Sukabumi yang dalam hal ini di wakili oleh ASDA Kabupaten Sukabumi, DPD KNPI Kota Sukabumi, PC IMM Sukabumi, dan HMI Cabang Sukabumi serta tamu undangan mahasiswa dari berbagai kampus di Sukabumi.

BACA JUGA : Seorang Siswa Tewas Dalam Tawuran Pelajar Di Sukabumi

Dengan mengusung tema "Kontribusi Organisasi Kepemudaan untuk Membangun Sukabumi yang lebih Baik". Kegiatan ini juga bertujuan untuk mensinergikan pemikiran - pemikiran dan gagasan dari berbagai Organisasi Kepemudaan untuk mewujudkan Sukabumi yang lebih baik.

Dalam Dialog Kedaerahan ini seluruh OKP (Organisasi Kepemudaan) telah bersepakat bahwa perlu adanya sebuah integrasi gagasan dari masing masing organisasi yang nantinya akan di aktualisasikan dalam sebuah kerja nyata yang bertujuan untuk membangun Sukabumi yang lebih baik.(*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi

Seorang Siswa Tewas Dalam Tawuran Pelajar Di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Tawuran Pelajar kembali terjadi di Sukabumi, Jum'at (17/11/2017) sekitar pukul 12:30 waktu setempat.

Ditengarai 2 sekolah yang melakukan tawuran tersebut yakni SMK Tehnika -  Cisaat dengan SMK Lodaya - Cibadak.

Miris, dalam insiden tawuran kali ini, RJA seorang siswa SMK Lodaya tewas dan menghembuskan napas terakhirnya pukul 01:30 WIB di RSUD R Syamsudin SH (Bunut).

BACA JUGA : Desa Sukamekar Tidak Beri Izin Pembangunan Ruko Di Sepadan Sungai, Tapi Kok Masih Lanjut

Saat ditemui TatarSukabumi.ID di Polsek Cisaat Wakapolresta Sukabumi Fajar WLS mengatakan  "memang betul adanya kejadian Tawuran di Cikukulu persis lewat jembatan pangkalan ojek Cicantayan," ungkap Wakapolres.

Wakapolres Sukabumi merasa sangat prihatin dengan maraknya kejadian tawuran antar pelajar Sekolah di Sukabumi.Fajar menekankan "semua orang tua yang memiliki anak yang  jauh dari lingkungan sekolah, agar lebih memperhatikan, mengawasi dan membimbing buah hatinya," ungkap Fajar

BACA JUGA : Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

Lebih lanjut dikatakan "Jangan sampai waktunya pulang sekolah dipergunakan sebagai waktu luang nongkrong, karena kejadian tawuran sering terjadi disebabkan dari awal tongkrongan entah saling mengejek atau saling menjelek-jelekan," jelas Fajar

"Karena mereka masih mencari jati diri, salah satu faktor terjadi tawuran ialah anak anak didik merasa jagoan, memiliki senjata tajam. Agar orang tua tidak asal memberikan izin menggunakan/ mengendarai kendaraan roda dua (motor), karena sebagian dengan menggunakan kendaraan tersebut mereka melakukan tawuran," pungkasnya. (*)

Reporter : Dasep Maulana
Editor : Dian Syahputra Pasi

Desa Sukamekar Tidak Beri Izin Pembangunan Ruko Di Sepadan Sungai, Tapi Kok Masih Lanjut

TatarSukabumi.ID - Pembangunan Rumah Toko (Ruko) di Desa Sukamekar Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi dinilai bermasalah.

Sempat ditayangkan dalam pemberitaan sebelumnya, jika warga Kampung Cikaret RT 01/ RW 02 menyesalkan pembangunan yang dinilai merugikan warga.

Pasalnya bangunan yang berdiri disepadan sungai tersebut diduga perizinannya tidak jelas, hal senada juga dilontarkan Arid Ahmad Ridwan SIP selaku PJs Sukamekar saat itu, yang mengungkapkan jika Pihak Desa tidak pernah memberikan izin untuk pembangunan itu.

BACA JUGA : Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

Saat itu Kades PJs Arid akan segera menegur pemilik Ruko yang menurut pengakuannya tidak pernah memberikan izin pembangunan tersebut.

Setelah sekian lama, ternyata Pembangunan Ruko masih terus berlanjut, bahkan hingga kini proses pembangunan telah mencapai tahap akhir (selesai).

BACA JUGA : Dialog Terbuka Bersama Bupati Sukabumi

Saat dikonfirmasi TatarSukabumi.ID Kepala Desa terpilih yang baru saja menjabat 3 hari di Desa Sukamekar, mengungkapkan tidak mengetahui akan permasalahan ini.

Adelia mengintruksikan untuk mengkonfirmasi ke- PJs sebelumnya akan kejelasan perkara ini.

Saat hendak dikonfirmasi, pejabat yang bersangkutan belum bisa memberikan statement, hingga berita ini dibuat TatarSukabumi.ID masih menunggu statement Arid Ahmad Ridwan SIP akan kejelasan perkara ini. (*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi

Jumat, 17 November 2017

Ini Kata Kapolres Sukabumi Jika Ada Debt Collector Ambil Motor Dijalan

TatarSukabumi.ID - Pasca demo Ormas Islam Garis (Gerakan Repormis Islam) beberapa hari berselang di Kantor DPRD Kota Sukabumi mendapat dukungan Masyarakat.

Ormas Islam Garis mendesak DPRD kota Sukabumi untuk menertibkan maraknya aksi oknum Debt Collector perusahaan leasing kendaraan bermotor yang kerap menyita kendaraan nasabah di jalan.

BACA JUGA : Masalah Leasing dan Debt Collector, Ormas Islam Garis Demo DPRD Sukabumi

Hal ini mendapat respon positif dari jajaran kepolisian Polres Kota Sukabumi, melalui Kabag Ops Polresta Sukabumi Sulaeman Salim, berjanji dalam waktu dekat akan membuat baligho tentang himbauan perampasan kendaraan di jalan.

Ditempat berbeda, hal senada juga diungkapkan Kapolres Sukabumi, AKBP. M.Syahduddi,S.Ik, kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan " Itu kan sudah jelas tidak boleh, nanti kita akan tindak lanjuti kalau memang ada merasa dirugikan  lapor kekita, kita tindak lanjuti," ucap orang nomor satu di wilayah kepolisian Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : KAPOLRES SUKABUMI : Tidak Ada Ampun Dan Toleransi Terhadap Pelaku Cabul

Bukan tidak beralasan, keresahan dirasakan sebagian warga masyarakat di wilayah Cibadak, dengan prilaku oknum debt collector yang tega merampas kendaraan di jalan.

Seperti aku salahseorang warga Cibadak yang enggan ditulis namanya mengungkapkan, "Saya pernah melihat bapak bapak yang kena sita motor dipinggir jalan, sampe meneteskan air mata agar jangan disita, tapi mereka tetap tega menyita," ujarnya.

Kapolres Sukabumi menegaskan, "Memang mekanisme tidak boleh seperti itu, pihak kepolisian akan tindak tegas" pungkasnya.(*)

Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Bimtek Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Mengenai Sistem Pengelolaan Keuangan Desa

TatarSukabumi.ID -Dipenghujung tahun anggaran 2017 Pemerintah Desa Cimanggu melaksanakan kegiatan pelatihan unsur LPMD, TPKD dan Karang Taruna.

Acara ini digelar di Aula kantor desa Cimanggu kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/11 ).

BACA JUGA : Dialog Terbuka Bersama Bupati Sukabumi

Dalam kegiatan ini hadir narasumber dari DPMD (Dinas pemberdayaan masyarakat Desa) Kabupaten Sukabumi, Enda yuniar sebagai kasie pemberdayaan masyarakat.

Enda selaku narasumber dari DPMD menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk mengimbangi sumber daya manusia (SDM) dalam rangka mewujudkan dan mensukseskan target pembangunan pedesaan utamanya didalam pengelolaan pelaksanaan usulan tekhnik pembangunan desa yang transparan, akuntable, partisipatif, tertib disiplin anggaran.

BACA JUGA : Hari Pertama Menjabat, Kades Warungkiara Langsung Kerja

Hal tersebut sebagaimana telah di amanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (PERMENDAGRI) Nomor 113 tahun 2014 mengenai sistem pengelolaan keuangan desa.

Enda juga mengingatkan, persiapkan menjelang bulan Mei, yakni hari kegiatan pencanangan BBGRM (bulan bakti gotong royong masyarakat ).

Sementara itu, Kades Cimanggu Ibeu Juharna sedang melakukan pertemuan dengan warga, yang dihadiri  oleh 22 unsur dari BPD, LPMD, TPKD, Karang Taruna serta Kadus, acara ini juga disaksikan unsur Muspika Kecamatan Cikembar.(*)

Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi