Berita Terkini Sukabumi

Jumat, 20 Juli 2018

Pemutaran Perdana Film 22 Menit, Karena Sukabumi Tidak Punya Bioskop Anggota Polres Sukabumi Nonton di Bogor

TatarSukabumi.ID - Film bertajuk 22 Menit ditayangkan secara serentak di Bioskop-bioskop seluruh Nusantara.

22 Menit menyedot attensi masyarakat hingga Lembaga Kepolisian Republik Indonesia.

Kepolisian Resor Sukabumi tidak mau ketinggalan, meski Sukabumi tidak memiliki gedung pertunjukan film (Bioskop), demi untuk menyaksikan tayangan film yang diangkat dari kisah nyata kejadian Bom Thamrin, terpaksa rela bergerak menuju salah satu Bioskop di Kota Bogor.

BACA JUGA : Resor Kota Sukabumi Tangkap 9 Pelaku Ranmor, 1 Dilumpuhkan Akibat Melawan Petugas

Kabid Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto, kepada TatarSukabumi.ID menuturkan, dirinya bersama rekan-rekan Polres Sukabumi nonton bareng Film 22 Menit The Movie di Bioskop XXI Botani Square Kota Bogor Kamis petang (18/7/2017).

"Target peserta nonton bareng ini diestimasi mencapai 169 orang, baik dari jajaran Polres, Polsek dan Masyarakat," ujar AKP Sunarto.

AKP Sunarto menbeberkan, dalam film tersebut menggambarkan situasi dari kejadian Bom Thamrin, "Banyak terkandung pesan moril yang dapat diambil dari film tersebut. Dari film itu kita dapat belajar untuk lebih memperhatikan kamtibmas di masing- masing tempat tinggal kita. Bahu membahu antara masyarakat dengan Kepolisian, dengan demikian kita dapat menjaga lingkungan kita dari tindak kriminal," beber Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kedapatan Kantongi Sabu, 2 Pria Digelandang Sat Narkoba Polres Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Seorang Pemuda diamankan Jajaran Sat Res Narkoba Polres Sukabumi diatas motornya saat melintas di Jalan Raya Sukabumi - Cibadak, tepatnya di Kampung Karang Tengah Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Sukabumi, sekira pukul 18.00 WIB, Kamis [19/7/2018].

Saat dilakukan penggeledahan, ditangan Pelaku, Anggota Sat Res Narkoba Polres Sukabumi berhasil menemukan 1 Paket Narkotika jenis Sabu - sabu didalam sebuah plastik bening, yang disimpan disaku celana Pelaku.

BACA JUGA : Resor Kota Sukabumi Tangkap 9 Pelaku Ranmor, 1 Dilumpuhkan Akibat Melawan Petugas

Data yang diterima TatarSukabumi.ID dari Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto, "Tersangka merupakan RA alias Timli (25) warga Kampung Angkrong  RT 041 / RW 07 Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat," ungkap AKP Sunarto, Jumat [20/7/2018]

Saat tertangkap tangan memiliki Sabu, tersangka mengoceh jika barang haram ditangannya didapat dari warga Cibatu RT 011 / RW 003 Desa Cibatu Kecamatan Cisaat, Sukabumi bernama RAK (50) alias Sigar.

BACA JUGA : Banyak Ikan Mati Diduga Akibat Sungai Terkontaminasi Limbah, DLH Uji Sampel Air Sungai di Sukabumi

Sat Res Narkoba Polres Sukabumi langsung mengejar ke kediaman Sigar, saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, Polisi kembali menemukan 1 Paket Sabu yang dibungkus plastik bening yang disimpan dalam saku celana diatas kurai sofa kesiaman Sigar.

Dari keterangan Sigar, bahwa Sabu didapat dengan membeli seharga  600 ribu rupiah dari seseorang yang saat ini namanya telah dikantongi Polisi.

Selanjutnya kedua Tersangka beserta barang bukti digelandang ke Polres Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut, Tersangka bisa dikenai Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1), undang - undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Banyak Ikan Mati Diduga Akibat Sungai Terkontaminasi Limbah, DLH Uji Sampel Air Sungai di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, melakukan uji sampel kualitas air sungai Cicatih yang diduga tercemar, Jumat (20/7/2018).

Uji sample dilakukan DLH dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi untuk memastikan kualitas serta kondisi air Sungai Cicatih yang mengakibatkan kematian ikan peliharaan warga dibantaran Sungai Cicatih yang melintang di Kampung Cicewol dan Ciutara, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

BACA JUGA : Pemda Sukabumi Bahas Site Plan, Perijinan, dan Andalalin PT SCG

Kasi Perlindungan Budidaya Dinas Kelautan Dan Perikanan Sukabumi, Leni Widiawati, kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan, "Hasil diagnosa awal uji laboratorium didapatkan data, nilai kandungan Nitrat 10-5, Pospat 10, PH 7,5-8 dan Oksigen 0,5," jelas Leni, Jumat Jumat (20/7/2018).

Hasil uji sampel menunjukkan kandungan oksigen berada di bawah batas ambang yakni 0,5 yang seharusnya batas minimum diatas 4.

uji sample ini dilakukan didua lokasi kejadian yaitu Kamping Cicewol RT 01/01 dan RT 02/02.

BACA JUGA : Kepolisian Resor Kota Sukabumi Tangkap 9 Pelaku Ranmor, 1 Dilumpuhkan Akibat Melawan Petugas

Dugaan sementara akibat kematian ikan disebabkan rendahnya kandungan oksigen yang salah satunya bisa disebabkan karena banyaknya limbah bahan organik yang tercampur kedalam aliran sungai.

"Limbah organik rumah tangga, limbah pupuk pertanian, bisa juga limbah organik yang berasal dari peternakan ayam," jelas Leni.

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Sebagaimana yang diketahu, sejak seminggu lalu warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menduga aliran sungai Cicatih mulai tercemar limbah, dugaan berdasar dengan berubahnya warna air menjadi hitam pekat disertai bau menyengat, kondisi ini mengakibatkan ikan di kolam warga mendadak mati.

Sementara itu, Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Yudistira mengatakan, setelah verifikasi lapangan pihaknya belum bisa mengetahui dugaan awal pencemaran berasal dari mana.

Untuk mengetahui penyebabnya harus dilakukan identifikasi dari lokasi yang terkena dampak pencemaran hingga pada sumber irigasi titik akhir, tindaklanjut ini akan dilakukan DLH dengan melakukan identifikasi aliran sungan Cicatih dan aliran sungan Cibeber.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kepolisian Resor Kota Sukabumi Tangkap 9 Pelaku Ranmor, 1 Dilumpuhkan Akibat Melawan Petugas

TatarSukabumi.ID - Kepolisian Resor Kota Sukabumi meringkus komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap melakukan aksinya di wilayah hukum Kota Sukabumi.

Dari informasi yang dihimpun TatarSukabumi.ID, sejak Januari hingga Juni 2018 beberapa kasus curanmor kerap terjadi di wilayah hukum Polresta Sukabumi.

BACA JUGA : AKBP Susatyo Purnomo Condro Apresiasi Anggota Polresta Sukabumi yang Berprestasi

Dalam operasi Libas Lodaya 2018, setidaknya 9 pelaku ranmor berhasil ditangkap, satu diantaranya diberikan tindakan tegas oleh Petugas lantaran melakukan perlawanan.Kriminal,  

AKBP Susatyo Purnomo Condro dalam Press Realase yang digelar di Mako Polresta Sukabumi, menyampaikan, "satu orang pelaku kami berikan tindakan tegas dengan tembakan dikaki," ujar orang nomor satu diwilayah hukum Sukabumi kota, Jum'at (20/7/2018).

BACA JUGA : Ungkap Misteri Nining dan Kasus Besar Lain, 4 Anggota Polresta Sukabumi Raih Penghargaan

Menurut Kapolresta Sukabumi, para pelaku merupakan spesialis curanmor yang kerap beraksi malam hari bahkan diwaktu siang bolong, dengan berbagai modus operandi.

"Pelaku spesialis area publik biasa nenggunakan kunci T, sedangkan pada malam hari menggunakan gunting gembok untuk memutus rantai, dalam waktu singkat para pelaku mengambil alih kendaraan korbannya," imbuh AKBP Susatyo Purnomo Condro.

"Ke-9 Pelaku curanmor berinisial MI (23), MMS (22), US (50), AM (42), S (40), US (39), NF (16), H (40), dan ES (30)," tandasnya.

BACA JUGA : Carut Marut PPDB Kota Sukabumi, Dudung Koswara : Mau Dewa Mau Dedemit Gak Usah Nitip

Para Pelaku terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan 7 tahun.

Untuk mempertanggung jawabkan kejahatanya, saat ini Pelaku diamankan diruang tahanan Polresta Sukabumi.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Pemda Sukabumi Bahas Site Plan, Perijinan, dan Andalalin PT SCG

TatarSukabumi.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri melakukan audensi dengan Perusahaan Semen asal Thailand PT Siam Cement Group (SCG) di Hotel Salabintana, Sukabumi Jumat [20/7/2018].

Beberapa hal dibahas dalam audensi ini terkait masukan serta solusi beberapa permasalahan yang terjadi di PT. SCG diantaranya site plan, perijinan dan andalalin (Analisis dampak lalulintas).

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Dalam arahannya Iyos Somantri meminta adanya keterbukaan dari pihak perusahaan kepada Pemerintah Daerah, disamping itu perusahaan harus dapat mentaati semua peraturan Pemerintah dan komitmen yang ada.

"Semoga dengan adanya audensi ini dapat menemukan solusi terkait kondisi yang ada di PT. SCG," ujar Iyos Somantri, Jumat [20/7/2017].

BACA JUGA : Pedagang dan Masyarakat Mengeluh, Harga Melonjak Tinggi Daging Ayam Tak Terbeli

Sementara itu PT. SCG berkomitmen akan mentaati seluruh regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah termasuk diantaranya melaksanakan penyesuaian kajian andalalin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

Hadir pada kesempatan tersebut Kabag Hukum Setda beserta stakeholder terkait, Direksi PT. SCG beserta jajaran.(*)

Sumber/ Foto : Humas
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kamis, 19 Juli 2018

Polsek Parungkuda Sukabumi, Dalami Dugaan Tindakan Penculikan

TatarSukabumi.ID - Diduga mengalami gangguan kejiwaan (stres) dan depresi pelaku dugaan tindakan penculikan saat ini tengah ditangani secara intens, Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Parungkuda, Resort Sukabumi, Jawa Barat, Kamis [19/7/2018].

Setelah sebelumnya Naura Salsabila seorang balita yang baru berusia 3,5 tahun Putri kedua pasangan Agung Nurdian dengan Dessy Hertini warga Kampung Ciutara RT 20/08, Desa Pondokkaso Landeuh, Parungkuda Sukabumi diduga dilarikan Pelaku yang saat ini masih belum dapat diketahui identitasnya.

BACA JUGA : Bocah 3,5 Tahun Dipulangkan, Setelah Dikabarkan Hilang Diambil Orang Tak Dikenal di Parungkuda

Naura Salsabila sempat dinyatakan hilang diduga dilarikan Pelaku pada Rabu kemarin (18/6) sekira pukul 07.00 WIB, meski dihari yang sama, sekira pukul 15.00 WIB Naura Salsabila kembali diserahkan oleh Pelaku, namun kejadian ini sempat membuat heboh masyarakat ramai.

Saat ditemui di kediamannya, Ibu Korban, Dessi Hertini (30) merasa bersyukur bisa kembali berkumpul bersama anaknya, saat diduga diculik, Dessi mengaku sedang bekerja di salah satu Perusahaan di kawasan Parungkuda Sukabumi sementara sang anak hanya ditunggu oleh Kakeknya.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Penculikan Bocah 3,5 Tahun Terjadi di Sukabumi

Wanita yang sempat membawa pergi Salsabila kerap terlihat disekitar lingkungan warga, namun dengan gerak gerik yang cukup misterius hingga hilangnya Naura cukup membuat was was Dessi maupun warga Desa Pondokaso Landeuh, "Kemarin sore dikembalikan kembali kerumah. waktu pagi diambil wanita tidak dikenal. Memang kadang wanita tersebut kerap lewat disekitar sini," ujar Dessi kepada TatarSukabumi.ID, Kamis [19/7/2018].

"Ada yang lihat saat membawa Salsabila naik angkot (angkutan umum) kearah Cicurug. Memang kalo sepintas dilihat gerak geriknya (Pelaku) sepertinya stress," ungkap Dessi.

BACA JUGA : Pedagang dan Masyarakat Mengeluh, Harga Melonjak Tinggi Daging Ayam Tak Terbeli

Kapolsek Parungkuda AKP Maryono Edy Suseno mengungkapkan, Pihaknya masih terus mendalami kasus dugaan penculikan balita yang sempat heboh hingga tersebar luas di jejaring sosial Facebook.

"Terutama memastikan kondisi kejiwaan tersangka lantaran diduga depresi. Anaknya sudah bersama keluarganya dan sehat. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, kami masih terus mendalami kasus ini," tandasnya.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kekeringan, Air Bersih Hingga Kebakaran, BPBD Sukabumi Siap Antisipasi

TatarSukabumi.ID - Untuk mengantisipasi dampak peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sepanjang tahun 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Salah satu upaya dalam mengantisipasi dampak musim kemarau, BPBD melakukan pemantauan secara rutin kondisi hidrometeorologi, yakni perkembangan cuaca, iklim dan perubahan iklim di Sukabumi secara intens.

BACA JUGA : Kecamatan Cicurug dan Cidahu Terancam Kekeringan, Pemda Sukabumi Gelar FGD

Kepala Unsur Pelaksana BPBD, Asep Suhendrawan menegaskan, saat ini BPBD tengah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, "Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang rawan terjadi kekeringan dan kesulitan air bersih melingkupi Bacile (Baros, Cibeureum dan Lembursitu)," ujar Asep Suhendrawan, Kamis [19/7/2018].

Setiap wilayah yang rentan mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, nantinya akan diberi pasokan air bersih yang akan dilakukan oleh Dinas bersama instansi terkait, khususnya dengan PDAM TBW, "Dengan demikian perkembangan wilayah yang mengalami kekeringan dapat terpantau," ujar Asep Suhendrawan didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Akhmad Zulkarnain.

BACA JUGA : Pedagang dan Masyarakat Mengeluh, Harga Melonjak Tinggi Daging Ayam Tak Terbeli

Saat memasuki musim kemarau kendala kekeringan dan kekurangan air bersih menjadi permasalahan utama, Asep Menghimbau Masyarakat untuk menjaga serta memelihara seluruh sumber air yang ada serta melakukan penghematan air dan menggunakan air yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Hal lainnya, Asep Suhendrawan mengingatkan musim kemarau kerap diikuti dengan rawannya bencana kebakaran "Untuk itu, masyarakat agar senantiasa menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari berbagai sumber api, seperti kompor dan tungku," tandasnya.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Pisah Sambut Danramil 2205 Kalapanunggal Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Suasana haru menyelimuti pisah sambut Komadan Rayon Militer (Danramil) 2205 Kalapanunggal, dari Kapten Inf. Dik Dik selaku Danramil lama kepada Inf. Supiyana, di Markas 2205 Kalapanunggal, Kamis (19/07/2018).

Turut hadir dalam acara pisah sambut, seluruh jajaran Muspika Kalapanunggal dan Kabandungan, Kapolsek Kalapanunggal AKP Sumijo  SH, Tokoh Agama dan Masyarakat serta Organisasi kemasyarakatan.

BACA JUGA : Heboh Penangkapan Ular Sanca, Sempat Membelit Tangan Warga

Dalam sambutannya, Kapten Inf Dikdik mengaku mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman selam menjabat sebagai Danramil 2205 Kalapanunggal.

“Pelajaran yang saya dapat dari sini menjadi modal dalam posisi jabatan baru saat ini. Saya berharap pengganti saya nantinya dapat melakukan yang lebih baik dengan berbagai terobosan,” ujar Kapten Inf Dikdik.

Dikatakannya, selama bertugas di Kecamatan Kalapanunggal kerja sama antar instansi dan Muspika berjalan sangat baik, kekompakan antar instansi ini mampu melengkapi informasi yang ada, ”Saya berharap tetap terjalin informasi yang baik meskipun saya sudah tidak lagi ada di Kecamatan Kalapanunggal,” ujarnya.

BACA JUGA : Siswi SD Petarung Sukabumi Sabet Medali Perunggu Tingkat Jabar

Kapolsek Kalapanunggal, AKP. Sunarto dalam sambutan mengucapkan selamat datang kepada Danramil yang baru, dan mendoakan Danramil lama dapat menjadi lebih sukses di tempat tugas yang baru, "Sinergitas TNI POLRI terus di bangun di wilayah hukum Polres Sukabumi khususnya di Polsek Kalapanunggal," Tandas Kapolsek.

Hasil informasi yang dihimpun, Perpindahan tugas Kapten Inf. Dik Dik selaku Danramil lama bergeser menjadi Danramil Ciemas dan digantikan oleh Kapten Inf. Supiyana yang sebelumnya menjabat sebagai Danramil Palabuhanratu.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Siswi SD Petarung Sukabumi Sabet Medali Perunggu Tingkat Jabar

TatarSukabumi.ID - Siswi Sekolah Dasar (SD) asal Sukabumi dengan gemilang berprestasi dalam laga bergengsi, olah raga beladiri Tarung Derajat kelas usia dini dan Pelajar tingkat Jawa Barat, yang dilaksanakan sejak 13 hingga 15 Juli 2018 lalu di GOR Bima, Kota Cirebon.

Adalah Shafira Hasna yang baru menginjak usia 10 tahun asal Kota Sukabumi, merupakan Siswi SD IT Sukabumi yang membawa harum Sukabumi dengan meraih medali perunggu dalam perhelatan bergengsi tingkat Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Penculikan Bocah 3,5 Tahun Terjadi di Sukabumi

Ary Pebrian Pelatih Tarung Drajat Kota Sukabumi, kepada TatarSukabumi.ID, merasa bangga dan mengapresiasi prestasi yang telah diraih Shapira, "Menurut saya, ini suatu prestasi yang membaggakan bagi kami sebagai pembina para atlet Tarung Drajat usia dini, hingga bisa membawa mendali, meskipun perunggu," ujar Ary, Kamis [19/7/2018].

Dalam peringatan Milad Tarung Derajat ke-46 ini, meski hanya menurunkan 1 petarung, namun justru membanggakan, Shafira lolos ke semi final dengan raihan angka penuh.

BACA JUGA : Inilah Fakta Keberadaan Buaya di Palabuhanratu - Sukabumi

Shafira berlaga dalam kategori seni gerak cabang usia dini, berlaga dalam semi-final melawan petarung dari Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Pelatih berharap, atlet yang telah meraih prestasi terlebih di usia dini agar lebih di bina serta di kembangkan dan didorong, "Saya berharap, dengan adanya atlet Tarung Drajat asal Kota Sukabumi yang berlaga di tingkat Jabar, ini bisa menjadi motifasi dan sepirit kepada sesama usianya untuk bisa mengikuti tarung darajat," tandasnya.

Penuturan singkat diungkapkan Shafira yang mengaku bangga mengikuti kejuaraan yang menjadi pengalaman pertamanya, "Prestasi piagam perunggu ini saya persembahkan untuk kedua orang tua, guru dan pembina di Tarung Drajat Kota Sukabumi," ujar Shafira.(*)

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Jembatan Diatas Sungai Cimandiri Nyaris Roboh, Upaya Ini Dilakukan

TatarSukabumi.ID - Akses vital menuju Kampung Caringin RT 20/RW 06, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi nyaris terputus.

Pasalnya, Jembatan yang melintang membelah Sungai Cimandiri menuju pemukiman warga, nyaris roboh dengan kondisi tiang penopang jembatan miring serta bantalan lantai jembatan nampak retak dibeberapa bagian.

BACA JUGA : Jembatan Nyaris Ambruk di Sukabumi, Seperti Ini Kondisinya

Akses Jembatan Caringin untuk sementara waktu terpaksa ditutup bagi akses kendaraan roda dua, hal ini dilakukan karena dikhawatirkan bisa membahayakan kendaraan yang melintas diatas jembatan.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, Camat Gegerbitung Endang Suherman langsung melakukan peninjauan Jembatan Caringin Selasa lalu (17/7).

Dengan kondisi jembatan yang nyaris roboh,  Camat menginstruksikan untuk secepatnya melakukan upaya membuat akses jembatan sementara, "Alhamdulillah mulai hari ini warga gotong royong untuk membuat jembatan darurat agar bisa dilalui, karena saya hapal betul jalan tersebut satu satunya akses perekonomian dan akses ke sarana pendidikan bagi warga Kampung Caringin," ungkap Endang, kepada TatarSukabumi.ID, Kamis [19/7/2018].

BACA JUGA : Pedagang dan Masyarakat Mengeluh, Harga Melonjak Tinggi Daging Ayam Tak Terbeli

Menurut Endang Suherman, Bupati Sukabumi Marwan Hamami telah memerintahkan Perangkat Daerah untuk secepatnya melakukan upaya perbaikan Jembatan Caringin, "Saya berterima kasih kepada Pak Bupati, Wabup dan Sekda, Kepala Desa juga para tokoh dan seluruh warga di Kampung Caringin yang sangat peduli akan Jembatan Caringin," ungkap Camat Gegerbitung.

Rencananya Jembatan Caringin akan direhabilitasi dalam waktu dekat oleh Dinas BPBD serta Pihak Desa melalui dana tidak terduga kejadian bencana sesuai mekanisme Perbub nomor 9 tahun 2016 tentang pengalokasian dan pengaturan anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).(*)

Reporter : Dian Syahputra Pasi